8 Tanda Si Dia Belum Melupakan Mantannya

Kompas.com - 05/10/2011, 15:39 WIB

KOMPAS.com - Anda merasa sang mantan tidak sepenuhnya fokus pada hubungannya dengan Anda, namun Anda tak tahu pasti apa sebabnya? Anda ingin menegurnya karena ternyata ia masih berhubungan dengan mantannya, tetapi merasa tidak memiliki bukti-bukti kuat bahwa masih ada "sesuatu" di antara mereka?

Barangkali, Anda tidak memerlukan bukti. Karena sebagai kekasih, si dia seharusnya menjaga perasaan Anda. Apalagi bila Anda mendapati si dia melakukan hal-hal berikut, tandanya dia memang

Masih sering SMS-an
Dia sering mengecek ponsel untuk mengetahui apakah ada missed call atau SMS dari seseorang. Ternyata, ia masih sering menerima SMS dari sang mantan. Bila dia ternyata menyembunyikan hal itu di belakang Anda karena tidak ingin isi SMS dengan sang mantan diketahui, Anda pantas   curiga, jangan-jangan dia merencanakan sesuatu dengan sang mantan.

Merayakan ulang tahun untuk mantan
Sekadar mengucapkan selamat ulang tahun melalui Facebook, atau si dia malah merencanakan untuk merayakan ulang tahun tersebut bersama mantannya, tentu jauh bedanya. Jika memang mereka hanya berteman, Anda tidak perlu cemas apabila dia ingin menghadiri undangan pesta ulang tahun mantan. Jangan ragu untuk memberitahunya bahwa Anda juga ingin turut hadir ke perayaan tersebut karena ingin mengenal teman-temannya juga. Tetapi bila mereka hanya akan merayakannya berdua, Anda harus berhati-hati.

Menghadiri resepsi perkawinan teman bersama-sama
Sebenarnya si dia sudah merencanakan untuk menghadiri resepsi pernikahan seorang teman bersama sang mantan jauh sebelum mereka putus hubungan. Namun membayangkan mereka akan berangkat bersama, lalu makan dan berbincang-bincang intim mengenai masa lalu, tentu membuat Anda resah. Segera ungkapkan kecemasan Anda ini, namun di sisi lain tetaplah berikan kepercayaan Anda untuknya.

Si dia terus-menerus membahas keburukan mantannya
Anda perlu curiga ketika ada seorang selebriti terus-menerus membahas keburukan mantannya, atau betapa buruk perlakuan mantan terhadap dirinya. Hal ini bukan berarti ia membenci mantannya; justru sebaliknya: ia masih sangat mencintainya, dan merasa begitu sakit hati sehingga tak bisa berhenti mengungkap keburukan-keburukan mantannya. Bila memang sudah memilih Anda, seharusnya si dia berfokus pada Anda. Lagipula, kalau ia bisa terang-terangan  menjelek-jelekkan mantannya, bayangkan apa yang akan terjadi bila akhirnya Anda putus dengan dirinya.

Rela menjadi "tukang" untuk sang mantan
Si dia kebetulan memang pria yang cekatan. Tetapi bila sebentar-sebentar mantannya menelepon karena ada barang yang rusak, dan kekasih Anda dengan sukarela datang ke rumahnya untuk memperbaikinya, hal ini tidak wajar. Walaupun si dia termasuk pria penolong, seharusnya hal semacam itu tak lagi menjadi kewajibannya. Si dia juga harus waspada, jangan-jangan si mantan hanya ingin memanfaatkannya. Sampaikan keberatan Anda ini. Jawaban dari pasangan -apapun itu- justru akan menunjukkan bagaimana sebenarnya perasaannya.

Mengabarkan momen-momen pentingnya pada si mantan
Bila hubungan mereka sudah begitu dekat, termasuk dengan anggota keluarganya, jangan heran bila pasangan merasa ingin mengabarkan sesuatu yang penting pada mereka. Misalnya, memberitahukan bahwa ayahnya dirawat di rumah sakit, atau ia akan mempunyai keponakan.  Hal ini masih wajar, asalkan si dia menyampaikan kabar penting itu kepada Anda lebih dulu, baru kepada keluarga sang mantan. Bila Anda baru tahu belakangan, inilah yang tidak wajar.

Masih menyimpan foto-foto dengan sang mantan
Tidak ada perempuan yang ingin melihat foto mesra pasangannya bersama mantan. Entah foto tersebut diletakkan di ruang tamu, atau disimpan dalam folder khusus di komputer, jika Anda mendapati dia masih sering membuka-buka album foto itu, ada kemungkinan kekasih Anda memang masih memikirkan mantannya.

Tidak suka sang mantan berkencan lagi
Anda mungkin mengetahui bahwa mantan kekasih Anda sudah memiliki pasangan baru karena mengganti status Facebook-nya dari "Single" menjadi "In relationship". Si dia, tentu saja sudah tahu hal ini. Anehnya, dia terlihat tidak menyukai kenyataan tersebut, dan selalu saja mencemaskannya. Maka, tanyakan langsung saja padanya mengapa hal itu masih membuatnya terganggu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau