KOMPAS.com - Perjalanan wisata tak lagi identik dengan berkunjung ke objek wisata di suatu tempat, berbelanja barang khas daerah tersebut, lalu pulang kembali ke kota asal. Anda juga harus menikmati sajian kuliner lokal khas daerah tersebut sebagai suatu alternatif wisata. Rasanya belum lengkap wisata Anda ke suatu tempat tanpa mencicipi makanan lokalnya.
Tetapi mencoba makanan khas suatu daerah tak semudah yang terlihat, terutama di daerah yang menjadi tujuan banyak wisatawan. Tentunya banyak toko yang menawarkan makanan yang mereka klaim sebagai makanan khas. Padahal ada beberapa makanan lokal yang memang sejak awal dikenal sebagai ciri khas suatu daerah.
Sebelum mengunjungi suatu daerah, Anda bisa mencari informasi tentang kuliner khas daerah tersebut. Sehingga saat tiba di tempat, Anda sudah mempunyai rekomendasi untuk wisata kuliner dan di mana tempat Anda bisa menikmati makanan lokal tersebut.
Anda juga bisa berusaha mencari tahu di mana Anda bisa mendapatkan makanan lokal dengan bertanya pada masyarakat setempat. Biasanya mereka akan menjawab secara jujur di mana kita bisa menemukan makanan khas yang ‘otentik’ dan memang mereka anggap enak.
Cara kreatif lainnya adalah Anda bisa bertanya kepada penduduk setempat di mana ia biasa makan. Coba kunjungi tempat makan tersebut. Lebih seru jika Anda makan di sana bersama dengan orang yang merekomendasikan tempat tersebut.
Selain Anda bisa menikmati kuliner khas daerah tersebut, Anda juga bisa merasakan sendiri sosialisasi di tempat makan tersebut. Anda pun mendapatkan pengalaman lebih.
Anda harus mencoba untuk menikmati makanan lokal di tempat pembuatannya langsung. Hal ini akan menjadi pengalaman berbeda dibanding membali makanan lokal di sekitar hotel ataupun di area yang sudah banyak dikunjungi turis.
Anda bisa melihat cara pembuatan langsung dan menikmati makanan khas di tempat. Biasanya, harga yang ditawarkan di tempat pembuatan pun akan lebih murah dibandingkan dengan yang dijual di toko oleh-oleh.
Tak selamanya makanan lokal suatu daerah cocok dengan lidah Anda, padahal sungguh disayangkan jika Anda tak bisa mencicipi makanan tersebut. Coba trik ini, Anda harus menikmati makanan khas saat perut sedang sangat lapar. Jadi mau tidak mau, Anda akan tetap menikmati makanan lokal tersebut.
Jika Anda berwisata kuliner di luar negeri, kadangkala bahan makanan yang kita biasa makan mungkin diolah sebagai makanan khas dengan cara olah dan bumbu berbeda. Belum tentu itu cocok dengan selera Anda.
Jadi berhati-hatilah dalam memilih makanan, cobalah makanan lokal yang memang bisa Anda nikmati. Kalau Anda merasa tidak cocok dengan sajian lokal, jangan secara terang-terangan memberi komentar tidak enak. Itu bisa menjadi masalah sensitif jika terdengar oleh orang lokal.
Jika ditanya mengapa tidak menghabiskan makanan tertentu, Anda bisa menjawab bahwa cara mengolah makanan sangat berbeda dengan yang biasa dilakukan di daerah asal Anda.
Tetapi bebaskan pikiran Anda, makanan khas setempat belum tentu tidak enak. Bisa jadi karena Anda tidak terbiasa dengan rasanya. Coba nikmati saja, makan sesuap demi sesuap sambil melihat-lihat suasana sekitar atau sambil mengobrol juga bisa mengalihkan pikiran Anda.
Satu lagi hal penting yang perlu Anda ingat, cobalah berwisata kuliner dengan sehat. Jika Anda memiliki penyakit dengan pantangan makan tertentu, jangan memaksakan diri untuk tetap mencicipi makanan lokal. Selamat berwisata kuliner!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang