JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera optimistis tak ada satu pun kadernya yang terempas dari jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II. Pasalnya, PKS memiliki kontrak khusus dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disepakati pada awal pemerintahan pada 2009.
"Kita nyaman karena ada kontrak khusus itu," kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta kepada para wartawan di sela-sela acara Hari Ulang Tahun ke-66 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10/2011).
Anis enggan merinci kontrak khusus tersebut. Anis, yang juga Wakil Ketua DPR RI, mengatakan, kontrak khusus itu terkait dengan pembagian kekuasaan.
Menurutnya, hanya PKS yang memiliki kontrak khusus tersebut. Sejauh ini, sambung Anis, Presiden belum membuka komunikasi dengan PKS. Sesuai kesepakatan, Presiden harus melakukan komunikasi dengan pimpinan parpol anggota koalisi ketika hendak melakukan perombakan kabinet.
Ketika hal ini dikonfirmasi pihak Istana Kepresidenan, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menegaskan, Presiden memiliki hak prerogatif dalam mengangkat dan memberhentikan para menteri. "Yang dipilih oleh beliau adalah orang-orang yang tepat, best of the best," kata Julian singkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang