Media sosial

Ketika Harian "Kompas" Hadirkan Konten Media Sosial

Kompas.com - 05/10/2011, 22:01 WIB

KOMPAS.com - Salah satu fenomena yang muncul dari ledakan media sosial di Indonesia adalah hadirnya konten yang dibuat warga internet (netizen) di harian Kompas, koran dengan tiras terbesar di Indonesia. Setiap Kamis, Kompas menayangkan tulisan para blogger di lembar khusus bernama Kompasiana Freez.

Kehadiran Kompasiana Freez yang mengusung slogan "Esensi Bukan Sensasi" melengkapi parameter kehebohan media sosial yang sudah mendahuluinya, seperti tingginya jumlah pengguna Facebook Indonesia yang tercatat menduduki peringkat kedua dunia dan maraknya percakapan di Twitter dari Tanah Air, khususnya di kota-kota besar. Imbasnya, tema-tema khas Indonesia pun mewarnai trending topics (topik hangat) Twitter dalam banyak kesempatan.

Kompasiana Freez sendiri merupakan media sosial versi cetak pertama di Indonesia. Kontennya diambil dari tulisan warga di Kompasiana. Untuk menjaga kualitas dan validitas konten, Kompasiana memberlakukan sistem verifikasi akun untuk setiap Kompasianer (blogger Kompasiana) yang ingin menominasikan tulisannya ke Freez. Setelah itu, setiap tulisan dengan tag "freez" otomatis tayang di microsite Freez (http://freez.kompasiana.com).

Setiap minggu, Freez yang terbit perdana akhir Juli 2011 lalu melempar satu tema obrolan yang akan dijadikan topik utama di lembar Freez edisi berikutnya. Tema yang diangkat adalah tema yang ringan dialami banyak orang, seperti "Cerita Merah Putih", "Jodoh Online", "Gaji Pertama", dan "Sahabat Digital".

Di luar topik utama, Freez juga menayangkan tulisan-tulisan seputar gaya hidup yang dibingkai dalam beberapa rubrik, mengacu ke rubrikasi yang ada di Kompasiana. Yaitu rubrik Rehat (seputar dunia hiburan), Tren (gaya hidup), Wisata (cerita jalan-jalan), Media Sosial (fenomena media sosial), Gadget (ulasan produk), Fiksi (cerita mini), dan Sosok (profil warga inspiratif).

Selain itu, juga ditayangkan satu kicauan menarik di Twitter yang sesuai dengan topik yang sedang diangkat.

Dalam konteks jurnalisme warga (citizen journalism), kehadiran Kompasiana Freez merupakan pengembangan konten yang cukup signifikan, dari sekadar melibatkan pembaca di internet menuju ke arah pelibatan masyarakat lebih luas.

Steve Outing, lewat tulisannya yang cukup populer, "The 11 Layers of Citizen Journalism", menyebutkan, beberapa media massa sudah mencoba menghadirkan versi cetak dari konten media warga yang berdiri sendiri. Salah satu keuntungan dari model konten seperti ini, tulis Outing, adalah peluang mendapatkan penghasilan tambahan untuk surat kabar yang merambah ke jurnalisme warga.

Ke depan, Kompasiana Freez akan dikembangkan dengan menyajikan konten-konten yang lebih variatif dan inspiratif. Konten cetak yang sebelumnya bersifat satu arah, lewat model media sosial versi cetak ini, bisa diubah menjadi dua arah dan melibatkan masyarakat pembaca dalam menentukan konten apa yang ingin dibaca esok (content on demand).

Walhasil, euforia media sosial yang sedang membuncah di kalangan pengguna internet tidak sekadar memindahkan percakapan dan interaksi sosial dari dunia nyata ke dunia digital yang cenderung mubazir dan konsumtif, tetapi juga mampu menghasilkan konten-konten yang lebih beragam dari masyarakat luas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau