Kabinet

Presiden dan Wapres Intensif Bahas "Reshuffle"

Kompas.com - 06/10/2011, 12:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono pada pekan ini membahas secara intensif perombakan kabinet. Pembahasan dilakukan di kediaman pribadi Presiden di Puri Indah Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Kepastian mengenai pembahasan intensif itu disampaikan. "Sepanjang paruh pekan dan akhir pekan ini, Presiden dan Wapres melakukan pembicaraan maraton, intensif, dan tertutup," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa kepada Kompas, Kamis (6/10/2011) di Jakarta.

"Minggu ini menjadi hari-hari yang panjang dan sunyi untuk mereka. Minggu ini memang milik mereka sepenuhnya," lanjutnya.

Meski demikian, Daniel menyatakan tidak memiliki informasi lebih detail mengenai reshuffle atau perombakan kabinet, di luar dari apa yang disampaikannya itu. "Pada saat seperti ini, saya tidak punya banyak yang bisa saya bagikan untuk khalayak. Ini saat terbaik untuk menunggu," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, pada Kamis ini Presiden berada di Cikeas dan belum ada agenda untuk berkantor di Istana Negara. Presiden tengah mengkaji kinerja pemerintahan secara menyeluruh.

Walaupun demikian, Julian tidak bisa memastikan apakah hari ini Presiden mulai memanggil menteri atau calon menteri yang ikut dalam perombakan kabinet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau