Keamanan internet

Laman Pemda Paling Banyak Diserang Peretas

Kompas.com - 06/10/2011, 19:18 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Situs atau laman internet milik pemerintah daerah paling banyak diserang hacker atau peretas. Hal ini disebabkan belum adanya tata kelola teknologi informasi komunikasi (TIK) yang baik, pengamanan TIK yang masih sendiri-sendiri, serta masih adanya kesenjangan TIK antarlembaga.

Hal ini disampaikan Direktur Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Heru Tjahjono dalam Roadshow Seminar Nasional Keamanan Informasi bertema Your Security is My Security di Kota Solo, Kamis (6/10/2011).

Kejahatan di dunia maya, menurut Bambang, semakin lama semakin meningkat bahkan melebihi jumlah aplikasi TIK yang diciptakan. Setiap tahun rata-rata pihaknya menerima 1 juta serangan di dunia maya. Kebanyakan karena lemahnya sistem dan aplikasi yang telah diketahui. Tugas kami kemudian untuk menekan cybercrime, kata Bambang.

Saat ini di Indonesia ada 45 juta pengguna internet. Pemerintah menargetkan, pada tahun 2020 telah mencapai Indonesia Digital. Sejak tahun 2007, pemerintah membentuk Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) yang menjadi benteng pertahanan pertama dalam menghadapi serangan di dunia maya.

Kelemahannya, ID-SIRTII masih dipegang pihak ketiga. Padahal memegang rahasia negara. Namun dalam waktu dekat akan diupayakan untuk dijadikan unit pelaksana teknis atau UPT, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Sutarman.

Dosen Teknik Informatika dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Didik S Wiyono mengatakan, laman yang mulai diserang peretas justru menjadi semacam pengingat ya ng baik untuk memperbaiki pengamanan internet.

Kontrol pengamanan internet yang baik, menurutnya, justru harus datang dari pengguna internet itu sendiri. Untuk itu, menurut Didik, peran pemerintah yang pali ng penting justru memberi edukasi kepada masyarakat agar peduli pada pengamanan internet yang digunakannya.

Regulasi saja tanpa ada dukungan individual dalam pengamanan internet tidak ada gunanya. Kita sendiri yang harus sadar terhadap pengamanan internet yang kita gunakan, kata Didik. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau