GIANYAR, KOMPAS.com — Sebanyak 131 penulis dunia mewarnai hajatan bergengsi ANZ Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di kampung turis, Ubud, Bali, yang dimulai hari Rabu (5/10/2011) sampai dengan Minggu (9/10/2011).
"Pagelaran kali ini lebih istimewa dibanding tahun kemarin," kata pendiri sekaligus Direktur UWRF, Janet de Neefe, saat pembukaan festival itu di Indus Restauran, Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Rabu.
Keistimewaannya karena penulis yang mengikuti festival ini sangat plural, baik dari segi genre maupun tema buku. "Sebanyak 131 penulis turut berpartisipasi dalam ANZ Ubud Writers and Readers Festival. Selain dari Indonesia, juga dimeriahkan penulis lebih dari 20 negara," ujar wanita yang biasa disapa Janet itu.
Tak hanya itu, istimewanya festival tahun ini juga dikarenakan banyak acara yang ditujukan bagi pendidikan anak-anak.
Ada story telling, memberi pelajaran bagaimana cara menulis yang baik bagi anak-anak hingga memberikan wawasan jurnalistik dan cara penulisan serta mempergunakan bahasa dengan baik.
Oleh karena itu, wajar jika festival tahun ini beda dari tahun sebelumnya, tambahnya. "Tahun ini berbeda karena tidak hanya dari penulisnya, tapi juga banyaknya program yang ditujukan bagi anak-anak," jelasnya.
Selain menyinggung soal festival, Janet juga sempat mengatakan kalau festival tahun ini hampir saja gagal. Sebab, beberapa sponsor yang tahun-tahun sebelumnya mendukung, pada tahun ini mengundurkan diri.
Beruntung, ketika pihaknya menawarkan ke ANZ Bank untuk mensponsori acara ini, mereka langsung mengiyakan sehingga festival yang mendapat perhatian dunia itu bisa terlaksana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang