Istanbul, Kompas -
Peluang itu diperoleh Indonesia setelah mengikuti Pertemuan Tingkat Menteri Negara- negara D-8 di Gedung Konferensi Halic di Istanbul, Turki, Kamis (6/10). Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Wartawan
Ke-24 butir itu, antara lain, adalah mendorong investasi yang ramah lingkungan, mendorong kerja sama riset dan pengembangan sektor energi, meningkatkan akses kredit bagi usaha kecil dan menengah, mengurangi hambatan sesama anggota D-8, serta meningkatkan kerja sama industri.
Anggota D-8 adalah Indonesia, Turki, Malaysia, Pakistan, Mesir, Nigeria, Banglades, dan Iran. D-8 adalah negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim dengan jumlah penduduk secara keseluruhan 860 juta orang atau 15 persen dari total penduduk dunia.
Sementara itu, dari Teheran, Iran, wartawan
Pengusaha Indonesia masih bebas bertransaksi dengan sesama rekannya dari Iran selama tak menyangkut bisnis persenjataan dan nuklir. Pemerintah Indonesia juga dinilai lamban terhadap peningkatan hubungan ekonomi dengan Iran meskipun peluang besar bisa diraih Indonesia dari transaksi perdagangan kedua negara.
Konsuler Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, Fauzi Bustami, mengakui, salah persepsi dari pengusaha Indonesia ini terjadi karena penerapan embargo.