Industri pesawat

NC 295 Mengangkasa di Udara Indonesia

Kompas.com - 07/10/2011, 09:16 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Bisnis pesawat terbang di dunia terus berkembang pesat. Hal tersebut membuat persaingan di industri tersebut semakin ketat, untuk itulah pada 5 Oktober 2011, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) melakukan kolaborasi strategis dengan menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (Teaming Agreement) dengan EADS Airbus Military dan PT PPA sebagai program restrukturisasi dan revitalisasi di PTDI.

Dampak positif dari kerjasama tersebut, PT DI memiliki peluang untuk memasarkan dan memproduksi pesawat NC 295. Pesawat produksi EADS Airbus Military tersebut sengaja diterbangkan langsung dari Spanyol untuk melakukan demo flight.

Pada 6 Oktober kemarin pesawat ini sudah melakukan demo loading mobil Kepresidenan MB-500 flight, penerjunan pasukan Kopassus TNI AD dan Paskhas TNI AU dari Husein Sastranegara ke Halim Perdanakusuma.

Rencananya pada hari ini Jumat (7/10/2011) pagi pesawat NC 295 akan melakukan demo flight bersama para wartawan dari Halim Perdanakusuma ke Astraksetra Lampung dan kembali ke Halim.

Melalui demo flight ini diharapkan PT DI mampu merealisasikan target bisnisnya dan menambah varian produk di kelas medium heavy transport aircraft dengan memproduksi pesawat NC 295.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau