AK-47 Disita dari Bajak Laut di Pesisir Aceh

Kompas.com - 07/10/2011, 09:29 WIB

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com — Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe, Aceh, menangkap bajak laut bersenjata sepasang senapan serbu AK-47.

Dinas Penerangan Armada Barat melaporkan, Kamis (6/10/2011), penangkapan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya warga bernama Bustamam alias Tamam yang dikabarkan sering merompak di pesisir Aceh-Selat Malaka.

"Yang bersangkutan sudah lama menjadi target Lanal Lhokseumawe. Dikabarkan dia sedang bersembunyi di rumah orangtuanya di Desa Gelanggang Meurak, Peureulak, Aceh Timur," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Armabar Letnan Kolonel (Laut) Agus Cahyono.

Tak menunggu lama, Tim Antiperompak Lanal Lhokseumawe langsung menuju lokasi dan menggeledah rumah orangtua Bustamam. Bustamam alias Tamam ditangkap tanpa perlawanan dan turut disita dua pucuk senapan AK-47 dengan 14 butir peluru tajam beserta sebuah magasin.

Senapan tersebut biasa digunakan untuk merompak dan disembunyikan di kebun kelapa sawit yang berjarak lebih kurang lima ratus meter dari rumah orangtua tersangka.

Dari hasil penyelidikan Tim Antiperompak Lanal Lhokseumawe, Bustamam mengakui semua perbuatan yang dilakukan selama ini bersama komplotannya, di antaranya Adi Rebo yang telah tertangkap lebih dahulu dan sekarang masih dalam tahanan Rumah Tahanan Tanjung Gusta, Medan.

Selanjutnya, Bustamam dibawa ke Lanal Lhokseumawe untuk diperiksa lebih lanjut. Perompakan masih menjadi salah satu ancaman di wilayah perairan Selat Malaka yang harus dihadapi aparat keamanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau