Korban Peluru Nyasar Itu Kader Golkar

Kompas.com - 07/10/2011, 09:52 WIB

SUMENEP, KOMPAS.com - Pengurus Partai Golongan Karya Sumenep, Jawa Timur, meminta polisi mengusut tuntas kasus tewasnya kader Golkar RB M Ridwan, warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, yang diduga terkena peluru nyasar.

"Korban adalah Wakil Ketua Bidang Diklat DPD Golkar Sumenep. Kami minta polisi mengusut tuntas meninggalnya rekan kami ini," kata Ketua DPD Partai Golongan Karya Sumenep Iwan Budiharto, Jumat (7/10/2011).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kamis (6/10/2011) malam sekitar pukul 21.45 WIB, korban yang hendak membeli jamu di Jalan Trunojoyo, Sumenep, ditemukan terluka pada bagian kepalanya. Mengetahui hal itu warga langsung membawa korban ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Moh Anwar Sumenep, dan pada kepala korban ditemukan proyektil peluru.

"Kami berharap polisi memberikan keterangan secara rinci, karena di kepala korban diduga ada luka tembakan dan ditemukan proyektil peluru," ujar Iwan, menambahkan.

Sementara salah seorang kerabat korban, Husin Satriawan menduga proyektil peluru yang bersarang di kepala korban adalah milik anggota kepolisian. "Pada saat kejadian, sedang ada penangkapan pelaku pencuri sepeda motor di sekitar lokasi dan saat itu memang terdengar bunyi letusan layaknya tembakan," katanya.

Malam itu, korban yang pengurus takmir Masjid Agung Sumenep memang baru keluar dari masjid dan mau membeli jamu di Jalan Trunojoyo. Kios jamu yang didatangi korban berada di sebelah utara Masjid Agung Sumenep dengan jarak sekitar 100 meter.

Terkait perkara ini, Kepala Kepolisian Resor Sumenep AKBP Susanto melalui pesan singkat telepon seluler menyatakan, pihaknya masih menunggu kedatangan tim dari Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk menyelidiki kasus tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau