BTN Kuasai 26 Persen Pasar Pembiayaan Perumahan

Kompas.com - 07/10/2011, 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) kuasai 26 persen pasar pembiayaan perumahan di Indonesia. Rinciannya, komposisi penyaluran pembiayaan perumahan mencapai 90 persen dan sisanya disalurkan dalam bentuk kredit ke sektor lain.

Kredit perumahan yang menjadi core bisnis BTN terdiri dari kredit pemilikan Rumah atau KPR bersubsidi mencapai 58 persen sedangkan untuk perseroan dan KPR non subsidi mencapai 42 persen. Pangsa pasar BTN pada kuartal II tahun ini telah mencapai 97 persen dari total pemberian KPR subsidi secara nasional.

Untuk KPR bersubsidi dalam fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan, BTN telah membangun sekitar 46.000 unit rumah hingga Juni 2011 dengan pembiayaan tiap unit rumah sebesar Rp 50 juta. Sebelumnya, Irman Zahirudin, Direktur Konsumen BTN mengatakan bahwa hingga akhir 2011 BTN menargetkan membiayai 120.000 unit rumah.

Sedangkan untuk Tapernas atau tabungan perumahan nasional, BTN telah berkomitmen untuk memenuhi target pemerintah membangun 200.000 unit rumah setiap tahun. "Kami juga tengah menjajaki pembangunan unit rumah untuk PT. Asabri sampai akhir tahun dapat membangun 10.000 unit," terang Irman kemarin (6/10/2011). (Mona Tobing/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau