JAKARTA, KOMPAS.com - Keinginan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk meninggikan separator mendapat sambutan baik dari arsitek lanskap Nirwono Yoga.
Menurut Nirwono, sebaiknya separator yang akan dibuat adalah separator hijau yang terbuat dari tanaman. "Kita bisa membuat green separator yang berupa pagar kawat baja dengan tanaman," kata Nirwono, di Jakarta, Jumat (7/10.2011).
Pagar tanaman ini selain bisa mencegah kendaraan masuk ke jalur khusus bus, juga berguna untuk penghijauan. "Dengan pagar tanaman, maka akan terlihat lebih lembut dan memberikan efek psikologis yang menenangkan bagi pengendara. Kualitas udara pun akan lebih baik karena tanaman menyerap debu dan gas polutan kendaraan," kata Nirwono.
Ditambahkannya, biaya pembuatan pagar tanaman akan lebih murah dan cepat dibangunnya. "Dengan demikian anggaran yang mencapai Rp 160 miliar, bisa dipakai untuk membuat trotoar, jalur sepeda, halte dan jembatan penyeberangan orang yang mendukung bus transjakarta," kata Nirwono.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, separator hijau agak sulit diwujudkan karena membutuhkan perawatan yang terus menerus.
"Dengan tanaman kita harus menyiram dan memangkas agar tetap bagus dilihat. Sementara kami tidak punya ruang untuk melakukan hal itu di jalur busway yang sempit," kata Pristono. Dengan pagar beton masif, selain tidak memakan ruang yang banyak, juga tidak ada perawatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang