Wirausaha

Tips Hatta: Jangan Biarkan Telpon Bunyi Dua Kali

Kompas.com - 07/10/2011, 18:44 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pengalaman selama 10 tahun menjadi pengusaha tidak membuat Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian, pelit untuk berbagi tips berbisnis.

Salah satu tips bisnis yang dibagikannya adalah: Jangan biarkan telepon berdering dua kali. Tips ini dibagikan Hatta saat berpidato dalam pembukaan Pelatihan Wirausaha Industri Inovatif di Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (7/10/2011).

Menurut Hatta, pengusaha pemula seperti dirinya dulu, sebaiknya tidak menyepelekan setiap dering telepon yang masuk. Sebab, bisa saja orang yang menelpon itu berniat mengantarkan pekerjaan atau proyek yang sebenarnya menjadi sumber penerimaan perusahaan.

"Jadi jangan biarkan telepon berdering dua kali artinya jangan membuat orang kapok untuk menghubungi kita. Kalau dia malas menelpon lagi, itu artinya bisa saja ada sumber penghasilan yang terlepas dari genggaman," tuturnya.

Hatta mengungkapkan, dirinya pernah membuah sebuah perusahaan kecil-kecilan ketika masih duduk di bangku kuliah untuk mencari tambahan uang. Lalu setelah lulus dari Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Hatta melanjutkan usahanya dengan modal pinjaman dari seseorang yang dituakan di Mesjid Salman.

Total, waktu yang dilewatkan Hatta sebagai pengusaha adalah sekitar 10 tahun. Hingga terhenti karena berkecimpung dalam dunia politik. Sikap untuk menghormati penelpon juga harus ditanamkan pada seluruh pekerja, termasuk Office Boy yang selalu datang paling pagi ke kantor.

Office Boy jangan menjawab telepon sekenanya, sebab dia bisa menerima calon rekan kerja yang serius. "Katakan pada penelepon itu bahwa pesannya dicatat, dan sepuluh menit lagi akan ditelepon balik. Jangan katakan: kantor masih tutup, telepon dua jam lagi. Itu alamat kehilangan pelanggan," ujar Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau