BEKASI, KOMPAS.com - Ledakan bom di Solo pada September 2011 dan di Yogyakarta pada Oktober 2011, tidak berpengaruh terhadap persiapan Bekasi Jazz Festival.
Demikian diutarakan Direktur Eksekutif Bekasi Jazz Festival, Yoyok Carry Riyanto, dan personel grup jazz Make Your Mama Proud asal Filipina dalam jumpa pers di atrium pusat perbelanjaan Bekasi Square, Kota Bekasi, Jumat (7/10/2011).
Sebanyak 60 musisi jazz lokal, nasional, dan mancanegara akan memeriahkan Bekasi Jazz Festival yang bertema Great Jazz Great Nation, Sabtu (8/10/2011) dan Minggu (9/10/2011).
Pergelaran diadakan di empat panggung yakni dua panggung utama di atap, satu panggung di dalam gedung atau atrium, dan satu panggung di dekat gerbang Bekasi Square, Kota Bekasi.
Yoyok mengatakan, Kyoto Jazz Massive dari Jepang dan Gilgamesh dari Mesir yang hampir hadir, ternyata batal datang. Namun, pembatalan dari kedua grup jazz itu bukan karena peristiwa bom, melainkan masih sibuk dalam tur keliling dunia.
Kedua grup jazz itu akan diupayakan hadir dalam Bekasi Jazz Festival ketiga tahun depan. Selain MYMP, musisi mancanegara yang pasti tampil ialah Logic dari Australia dan Galaxy Big Band dari Jepang. Mereka dipastikan mendarat pada Jumat malam, sebelum tampil pada Sabtu dan Minggu.
Menanggapi pertanyaan tentang bom, gitaris MYMP Jaqcues 'Chin' Alcantara, dengan santai mengatakan, sebelum kedatangan ke Indonesia ia memang mendengar peristiwa ledakan bom yang menewaskan pelakunya di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9/2011) melalui siaran televisi.
Bahkan, sebelum jumpa pers, ia juga mendengar dari pemberitaan bahwa ada ledakan bom yang merusak mesin anjungan tunai mandiri di Yogyakarta, Jumat (7/10/2011).
Namun, kedua peristiwa itu tidak membuat takut para musisi dari Filipina ini. Mereka mengatakan, kondisi Filipina juga rawan bahkan sedang berperang terutama di Mindanao atau Filipina Selatan. Ledakan bom boleh jadi lebih sering ada di Filipina daripada Indonesia.
Mungkin karena kesamaan kondisi negara, Chin menjadi tidak khawatir untuk datang dan tampil di Indonesia.
Pernyataan itu juga diperkuat oleh Juliet Bahala, sang pelantun dan satu-satunya anggota grup yang perempuan.
Terkait pelaksanaan, lanjut Yoyok, para musisi termasuk yang selama ini memainkan aliran mainstream diminta menampilkan permainan light jazz atau lebih cenderung dalam format yang menghibur, renyah, dan enak didengar.
Dengan demikian, jazz bisa diharapkan menjadi hiburan alternatif yang cerdas untuk masyarakat dan terutama kalangan remaja.
"Memainkan lightjazz bukan dalam arti mengerdilkan jazz, tetapi membuatnya bisa banyak diterima. Inilah tantangan bagi para musisi mainstream bahwa jazz bukan musik yang sulit dicerna melainkan musik cerdas," kata Yoyok bersemangat.
Selain itu, musisi dari mancanegara juga diwajibkan memainkan satu lagu dari Indonesia, baik lagu daerah maupun lagu yang populer.
Musisi jazz dari Indonesia yang akan tampil ialah Benny Likumahuwa, Ireng Maulana, Cendy Luntungan, Idang Rasjidi, Indro Hardjodikoro, Dira Sugandi, Yovie Widianto, Maliq&D'essentials, dan Syaharani. Ada juga Gugun Blues Shelter dan Calvin Jeremy yang sedang populer.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang