JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah Sakit Kanker Dharmais yang menjadi Pusat Kanker Nasional, November 2011, menerapkan teknik diagnostik Positron Emission Tomography-Computerized Tomography. Lewat teknologi pencitraan baru ini, kanker dapat dideteksi sedini mungkin. Metode hibrid yang memadukan dua sistem tersebut memperbesar peluang kesembuhan.
Menurut Direktur RS Kanker Dharmais Sonny Panigoro, layanan medis ini dapat meningkatkan lebih dari 30 persen kesembuhan pasien dibanding teknik saat ini. "Dengan memadukan kedua teknik deteksi itu, diagnostik kanker jauh lebih baik. Sel kanker berukuran kurang dari 5 milimeter terindentifikasi," kata Kardinah, ahli radiologi dari RS Kanker Dharmais, Jumat (7/10/2011).
Tingginya kematian penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi perhatian Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional Yakiya Amano, seperti disampaikan di RS Kanker Dharmais/Pusat Kanker Nasional, Jumat.
Selain kasus kanker, menurut A Husein S Kartamihardja, Koordinator Proyek Nasional PET Scan, sistem hibrid ini juga membantu untuk menetapkan tindakan lanjut bagi pasien serangan jantung. Teknik pencitraan tersebut dapat membedakan kondisi infark pada pembuluh jantung, yaitu dalam kondisi hibernasi atau telah mati. Hal itu menentukan penanganan yang diperlukan lebih lanjut. (YUN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang