Damailah Ambonku

Kompas.com - 08/10/2011, 12:58 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Band Rumah Tiga Hip Hop Generation yang terdiri dari tujuh anak muda membuka gelaran hari kedua Ambon Jazz Plus Festival 2011, Sabtu (8/10). Mereka membawakan lagu berisi pesan perdamaian , dan di ujung pentas , mereka membentangkan spanduk bertuliskan Damailah Ambonku .

Dua dari tiga lagu yang mereka mainkan berisi pesan perdamaian. Dua lagu dengan arus musik hip hop tersebut berjudul, Maluku Satu Darah dan Damailah Ambon. Inti dari kedua lagu ini mengingatkan bahwa masyarakat Maluku berasal dari satu kandungan atau satu leluhur, seh ingga apapun perbedaan yang ada seharusnya tidak membawa masyarakat Maluku ke dalam pertikaian.

Lagu ini diciptakan setelah kerusuhan terjadi di sejumlah daerah di Ambon, tanggal 11 September lalu . Kami sengaja menciptakannya untuk mengajak masyarakat agar hidup damai, sehingga bisa membangun Ambon dan Maluku lebih baik ke depan, kata salah satu vokalis band, Janter Kalayukin (22).

Di ujung pentas, mereka membentangkan spanduk bertuliskan Damailah Ambonku . Mereka lalu mengajak penonton untuk membubuhkan tanda tangan di spanduk itu. Spanduk kemudian ditempel di pagar pemisah antara panggung dan penonton.

Pada gelaran hari kedua AJPF 2011 ini akan tampil sejumlah artis terkenal Indonesia, seperti Sandhy Sandoro, dan dari berbagai negara, seperti J essica Mannuputty Band dari Belanda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau