Selama september 2011

WIKA Dapat Kontrak Baru Rp 1 triliun

Kompas.com - 09/10/2011, 16:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan mengerjakan Proyek Hauling Road Batubara sepanjang 60 km di Kutai Barat, Kalimantan Timur, milik PT Gunung Bara Utama, salah satu perusahaan pertambangan batubara di Indonesia. Proyek yang pada pertengahan September 2011 lalu melakukan ground breaking tersebut bernilai Rp 311 miliar.

WIKA juga dipercaya PT Bosowa Duta Energasindo, anak usaha Bosowa, membangun terminal Liquid Propane Gas (LPG) yang merupakan terminal terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan total investasi proyek tersebut mencapai 70 juta dollar AS. Proyek tersebut rencananya akan dibangun 20 bulan ke depan.

WIKA berkonsorsium dengan PT Budi Bakti Prima dan PT Mursa Utama Sulsera untuk mengerjakan proyek yang berada di Sulawesi tersebut. "Untuk WIKA sendiri, nilai Kontrak proyek LPG ini besarnya Rp 260 miliar," tutur Sekretaris Perusahaan Wika Natal Argawan dalam rilis yang diberikan Minggu (9/10/2011).

Nah, dengan tambahan kedua proyek tersebut otomatis kontrak baru WIKA bulan September 2011 mencapai Rp 1 triliun. Dengan demikian total kontrak baru hingga September 2011 adalah Rp 9,1 triliun atau telah mencapai 73 persen dari target Kontrak Baru 2011 senilai Rp 12,3 triliun.

Selain itu, proyek infrastruktur lain yang diperoleh di bulan September di antaranya adalah Jakarta Outer Ring Road W2 Seksi I Kebun Jeruk-Meruya Selatan senilai Rp 178 miliar dan pengerjaan jalan di Sorong Papua senilai Rp 53 miliar.

Selain sebagai kontraktor, WIKA juga sedang mengembangkan bisnis investasi. Untuk infrastruktur sipil, WIKA baru saja menyelesaikan Tol Sumo Seksi 1-A (Waru-Sepanjang) milik Marga Nujyasmo Agung (Jasa Marga-WIKA-Moeladi) sepanjang 2,3 km dari total panjang 36,27 km jalan Surabaya-Mojokerto (Sumo) dan saat ini WIKA sedang menyelesaikan Seksi IB dan Seksi 4 (Krian-Mojokerto). Selain itu WIKA juga akan berinvestasi untuk jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa di Bali sepanjang 10 kilometer (km) yang dibangun oleh PT Jasa Marga Bali Tol yang merupakan konsorsium Jasa Marga, Pelindo III, Angkasa Pura I, Bali Tourism Development Center, Hutama Karya, WIKA dan Adhi Karya.

Selain Infrastruktur sipil, WIKA juga berinvestasi di bidang infrastruktur energi. Tahun 2011 ini WIKA telah menyelesaikan proyek PLTD Pesanggaran Bali 3x18 MW yang dijalankan dengan sistem BOT (Build, Operate, Transfer) dan telah membukukan penjualan dan laba. Sementara itu, tiga pembangkit yang saat ini sedang dikerjakan WIKA yaitu PLTD 25 MW Ambon, PLTG 67 MW Borang dan PLTG 20 MW Rengat . Progres PLTD 25 MW Ambon saat ini adalah 4 buah mesin yang sudah berada di atas pondasi sehingga direncanakan akan beroperasi pada akhir tahun 2011.

Yang kedua adalah PLTG 67 MW Borang. Dua buah gas turbine GE LM 6000 PC pada Oktober ini diberangkatkan dari Hongaria dan akan tiba di Palembang pada November 2011. Gas compressor juga sudah selesai diproduksi dan saat ini sudah dalam perjalanan dari German menuju lokasi proyek. Direncanakan pada Januari 2012 proyek ini akan beroperasi. Sementara itu, PLTG 20 MW Rengat akan dipasang 6 unit mesin GE Jenbacher J620, yang pada saat ini sudah dalam pengiriman dari Austria dan akan tiba di Pekanbaru pada akhir Oktober 2010. Direncanakan pembangkit ini akan beroperasi pada Bulan Januari 2012. (Anna Suci Perwitasari/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau