Wilayah perbatasan

Pertamina Mengecewakan, Entikong Bangun SPBU Petronas

Kompas.com - 10/10/2011, 10:20 WIB

SANGGAU, KOMPAS.com - Sebagai bentuk keprihatinan atas masalah krisis BBM di wilayah perbatasan yang sudah terjadi selama ini, pengusaha wilayah Entikong akan segera mendirikan SPBU Petronas. Bekerjasama dengan pengusaha BBM di negara tetangga, Malaysia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Perdagangan Perbatasan Indonesia (AP3I) Kalimantan Barat, Thalib mengatakan, saat ini proses pembangunan SPBU tersebut tinggal menunggu keluarnya ijin bangunan dari Bupati Sanggau.

"Tinggal menunggu izin IMB, begitu izin keluar maka pembangunan akan dimulai. Posisinya di sekitar Kecamatan Entikong, tepatnya sekitar empat kilometer dari PLB Entikong," kata Thalib, Senin (10/10/2011).

Thalib mengungkapkan, alasan pembangunan SPBU tersebut karena masyarakat merasa kecewa dengan pasokan BBM dari Pertamina Kalimantan Bararat.  Mereka merasa, Pertamina tidak pernah memiliki itikad baik untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya Entikong, Kabupaten Sanggau.

"Kami selama ini merasa dianaktirikan, SPBU terus dilakukan pembangunan di wilayah perbatasan ini. Sementara pasokan BBM tidak sesuai dengan total kebutuhan tersebut," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan BBM, dijelaskan Thalib, masyarakat perbatasan lebih mengandalkan BBM Malaysia. Setiap harinya, menurutnya, masyarakat harus datang ke SPBU di wilayah Tebedu Malaysia agar mudah mendapatkan BBM.

"Setiap hari puluhan kendaraan dari perbatasan baik kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan lebih suka antre di Tebedu untuk mendapatkan BBM. Karena memang pasokan BBM di SPBU sepanjang wilayah perbatasan selalu kosong," jelas Thalib.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau