Penerbangan

Garuda Turunkan Tim Gangguan Sistem

Kompas.com - 10/10/2011, 11:14 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Tim yang terdiri atas bagian teknologi dan informatika PT Garuda Indonesia, PT Telekomunikasi, dan PT Angkasa Pura 2 (pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta) sudah diturunkan untuk mencari tahu akar permasalahan penyebab terjadinya gangguan pada bagian pendataan dan pendaftaran penumpang.

"Tim ini yang akan mencari tahu penyebab sistem komputerisasi tidak berfungsi dengan baik sehingga terpaksa menggunakan sistem manual," kata General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Sunaryo, Senin (10/10/2011) pagi.

Tim ini juga akan memeriksa apakah ada peralatan maskapai penerbangan itu yang mengalami kerusakan atau tidak. "Sebab, kalau dilihat sebenarnya jaringan di kawasan bandara tidak terganggu. Cuma di Garuda saja yang mengalami gangguan," kata Sunaryo.

Jika sistem jaringan bandara yang terganggu, ujar Sunaryo, berarti seluruh maskapai akan mengalami gangguan. "Gangguan ini terjadi hanya di Garuda," tutur Sunaryo.

Terjadinya gangguan pada jaringan maskapai penerbangan ini mulai Senin pukul 01.30 dini hari. Pencatatan secara manual memberikan dampak pada jadwal penerbangan. Sampai dengan pukul 09.30, sebanyak 30 penerbangan yang mengalami penundaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau