Perombakan kabinet

Wakil Menteri Juga Jangan Luput Dari Evaluasi

Kompas.com - 10/10/2011, 15:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses penggodokan perombakan kabinet oleh Presiden SB Yudhoyono seyogyanya juga mengevaluasi kinerja para Wakil Menteri. Jabatan Wakil Menteri sejak beberapa tahun ini berada di posisi beberapa kementerian.

"Bukan saja kinerja, tapi juga keharmonisan kerja dengan Menteri yang bersangkutan mesti dievaluasi. Seringkali tujuan baik untuk menopang kerja departemen yang bersangkutan malah kontraproduktif akibat ketidakharmonisan antara menteri dan wakil menteri," kata Hendardi, pengamat politik hari Senin (10/10/2011).

Hendardi menilai acapkali menteri dan wakil menteri berlomba menyuburkan lahan garapan masing-masing.

"Posisi Wakil Menteri terutama membantu Menteri yang bersangkutan, bukan digunakan sebagai jembatan memperoleh jabatan Menteri dalam waktu singkat, kecuali Menteri berhalangan tetap," tandas Hendardi.

Ia mensinyalir menjelang perombakan kabinet, ada fenomena beberapa wakil menteri melakukan manuver-manuver politik untuk tujuan mendapatkan jabatan menteri.

"Ada indikasi wakil menteri menganggap perombakan kabinet adalah pintu masuk untuk itu. Bahkan sudah ada yang melakukan lobi-lobi politik ke parpol dan bermain di media pers," ungkap Hendardi.

Kondisi ini, kata Hendardi, menyebabkan konsentrasi kerja kementerian menjadi tergerus karena wakil menteri sibuk memperkuat bargaining politik dirinya sendiri.

Hendardi mengingatkan, kendati wakil menteri diangkat presiden, dia adalah pembantu menteri dengan tugas lebih spesifik internal dan fungsi administratif kementerian.

"Sekalipun adalah hak untuk memiliki ambisi, namun jika ada wakil menteri menghabiskan waktunya dengan bermanuver politik untuk menggapai ambisinya, maka itu hanya akan menimbulkan kegadihan politik internal dan kemerosotan kerja kementerian . Ini pada gilirannya merugikan publik," papar Hendardi yang menegaskan, langkah wakil menteri bermanuver politik adalah tidak pantas dan tidak etis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau