PPP Yakin "Lolos" dari Reshuffle

Kompas.com - 10/10/2011, 16:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuzy optimistis menteri-menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tidak akan di-reshuffle oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Romahurmuzy, dua menteri asal PPP, Menteri Agama Suryadarma Alie dan Menteri Perumahan Rakyat Suharso memiliki kinerja yang bagus dalam kementerian. "Kemenag dan Menpera dalam penilaian kami memiliki kinerja yang bagus," ujar Romahurmuziy kepada wartawan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (10/10/2011).

Dikatakan Romahurmuzy, ada beberapa parameter yang digunakan dalam menilai kader PPP di Kementerian. Pertama, berdasarkan hasil survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik dalam pelaksaan ibadah haji. Menurutnya, hasil tersebut menunjukan jamaah haji tahun lalu puas atas penyelanggaraan ibadah haji.

"Kan jelas ditunjukkan 80 persen puas, baik dari segi penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji maupun kedekatan asrama dengan tempat penyelenggaraan haji. Jadi secara objektif Menag punya prestasi yang cukup. Begitupun dengan Menpera," ujarnya.

Namun, Romahurmuzy menilai, keputusan apakah kader PPP akan di-reshuffle tetap menjadi kewenangan Presiden SBY. Menurut Romahurmuzy, partainya tetap berkomitmen dan mendukung terhadap pelaksanaan sistem kabinet presidensil.

"Partai-partai boleh berminat karena itu alamiah sifatnya. Tetapi kita menyerahkan pada Presiden. Sebagai sebuah komitmen terhadap pelaksanaan sistem kabinet presidensil, kita memberikan dukungan penuh," kata Romahurmuzy.

Ketika ditanya apakah PPP sudah berkomunikasi dengan Presiden dalam hal tersebut, Romahurmuzy mengatakan belum melakukannya. Sejauh ini, kata dia, PPP hanya pernah melakukan komunikasi awal, belum sampai pada nama-nama menteri yang akan dirombak. "Saya kira kita biarkan saja Presiden untuk melakukan pematangan. Dan finalisasi terhadap nama-nama itu dan tentunya kita beri keleluasaan kepada Presiden untuk diskusi dengan ketua parpol agar mendapat hasil yang maksimal," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau