JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuzy optimistis menteri-menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tidak akan di-reshuffle oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Romahurmuzy, dua menteri asal PPP, Menteri Agama Suryadarma Alie dan Menteri Perumahan Rakyat Suharso memiliki kinerja yang bagus dalam kementerian. "Kemenag dan Menpera dalam penilaian kami memiliki kinerja yang bagus," ujar Romahurmuziy kepada wartawan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (10/10/2011).
Dikatakan Romahurmuzy, ada beberapa parameter yang digunakan dalam menilai kader PPP di Kementerian. Pertama, berdasarkan hasil survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik dalam pelaksaan ibadah haji. Menurutnya, hasil tersebut menunjukan jamaah haji tahun lalu puas atas penyelanggaraan ibadah haji.
"Kan jelas ditunjukkan 80 persen puas, baik dari segi penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji maupun kedekatan asrama dengan tempat penyelenggaraan haji. Jadi secara objektif Menag punya prestasi yang cukup. Begitupun dengan Menpera," ujarnya.
Namun, Romahurmuzy menilai, keputusan apakah kader PPP akan di-reshuffle tetap menjadi kewenangan Presiden SBY. Menurut Romahurmuzy, partainya tetap berkomitmen dan mendukung terhadap pelaksanaan sistem kabinet presidensil.
"Partai-partai boleh berminat karena itu alamiah sifatnya. Tetapi kita menyerahkan pada Presiden. Sebagai sebuah komitmen terhadap pelaksanaan sistem kabinet presidensil, kita memberikan dukungan penuh," kata Romahurmuzy.
Ketika ditanya apakah PPP sudah berkomunikasi dengan Presiden dalam hal tersebut, Romahurmuzy mengatakan belum melakukannya. Sejauh ini, kata dia, PPP hanya pernah melakukan komunikasi awal, belum sampai pada nama-nama menteri yang akan dirombak. "Saya kira kita biarkan saja Presiden untuk melakukan pematangan. Dan finalisasi terhadap nama-nama itu dan tentunya kita beri keleluasaan kepada Presiden untuk diskusi dengan ketua parpol agar mendapat hasil yang maksimal," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang