Lahan Garam di Nagekeo Masih Bermasalah

Kompas.com - 10/10/2011, 16:54 WIB

MBAY, KOMPAS.com — Status lahan untuk pengembangan industri garam seluas 777 hektar di Kelurahan Mbay II, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, masih bermasalah. Padahal, pada lahan itu pemerintah memproyeksikan Nagekeo bersama Kabupaten Ende dan Teluk Kupang sebagai daerah untuk mendukung program swasembada garam nasional. Investor Australia juga telah menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di Nagekeo.

Lahan seluas itu masih dalam status Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PT Nusa Anoa. HGU tersebut berlaku untuk masa 30 tahun, yaitu dari tahun 1988-2018.  

"Sosialisasi ke masyarakat pun, baik dari Pemkab Nagekeo maupun investor Australia belum berjalan, karena status lahan yang belum jelas. Pemkab sudah mengajukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk pencabutan HGU itu, namun sampai saat ini belum ada penetapan dari BPN," ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo Florentinus Pone, Senin (10/10/2011).

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo Piet Wake menjelaskan, status lahan 777 ha itu sedang diupayakan untuk ditetapkan sebagai tanah telantar guna memperlancar urusan pengembangan industri garam oleh investor Australia.

"Pemkab Nagekeo sudah mengusulkan, dan kami pun telah mengajukan ke pusat (BPN), namun sampai saat ini sedang menunggu penetapan status lahan tersebut sebagai tanah terlantar," tutur Piet.

Menurut Piet, HGU akan dicabut sebab pemilik HGU, yakni PT Nusa Anoa dari Jakarta, tidak pernah melakukan aktivitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau