Diet "Food Combining" Sulit Dipraktikkan?

Kompas.com - 10/10/2011, 17:28 WIB

T:
Bagaimana menurut dokter tentang food combining, terutama dalam hal memisahkan karbohidrat dengan protein hewani? Salahkah dengan konsep menu "4 Sehat 5 Sempurna"? Lalu bagaimana pola makan yang baik dan benar itu? Terimakasih dokter atas jawabannya. (Nan Akhla, umuahla@...)

J:
Dear Nan Akhla,
Jika berbicara mengenai pemisahan karbohidrat dengan protein dalam konsep food combining, hal ini sebenarnya sangat sulit dipraktikkan. Mengapa? Karena hampir semua bahan makanan sumber karbohidrat mengandung protein. Sebagai contoh: nasi dalam 100 gram mengandung 4 gram protein. Sebaliknya, protein hewani juga mengandung karbohidrat, seperti susu mengandung karbohidrat dalam bentuk laktosa. Oleh karena itu alangkah tidak mungkin melakukan pemisahan seperti itu.

Konsep menu "4 Sehat 5 Sempurna" sudah tidak digunakan lagi. Yang diterapkan mengenai pola makan yang terbaik dan benar adalah makan dengan menu yang lengkap dan seimbang, atau dikenal dengan istilah "balanced diet". Artinya, makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh (seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air) dan dalam jumlah yang sesuai pula dengan kebutuhan tubuh (artinya tidak berlebihan apalagi kurang).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau