Luksemburg, Senin -
”Uni Eropa menyambut usaha kelompok oposisi untuk menyatukan pandangan mereka,” demikian pernyataan bersama para menteri luar negeri 27 negara anggota UE yang sedang berkumpul di Luksemburg, Senin (10/10). Mereka menyatakan, pembentukan Dewan Nasional Suriah (SNC) ”adalah langkah positif. Komunitas internasional juga sebaiknya menyambut usaha ini”.
”SNC tidak sama dengan Dewan Transisi Nasional di Libya. Tetapi, kami harus menyambut mereka sebagai perlawanan atas usaha rezim yang berkuasa untuk membentuk kelompok boneka,” ujar seorang diplomat yang tak mau disebut namanya.
Pernyataan dukungan ini keluar hanya sehari setelah Pemerintah Suriah siap membalas dendam jika ada negara yang mengakui keberadaan SNC. Saat Assad mengulang janjinya untuk melakukan reformasi, Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem memperingatkan, Damaskus akan bersikap keras dan membalas setiap negara yang mengakui SNC. Dewan yang menyatukan kelompok-kelompok oposisi di Suriah itu didirikan di Istanbul, Turki, pekan lalu.
Kemarin, SNC bertemu dan menyetujui kerangka demokrasi untuk Suriah di masa depan. Mereka juga menginginkan pemantau internasional diizinkan masuk ke negeri itu.
Ghied Al Hashmy, pakar politik yang mengikuti pertemuan tersebut di Swedia, mengatakan, mereka menyambut kehadiran pemantau internasional yang memiliki kebebasan untuk bepergian di negeri itu dan mengamati situasi yang terjadi.
”Hampir terjadi konsensus bersama bahwa kami menolak intervensi militer, tetapi kami gembira menyambut intervensi politik atau diplomasi. Kami juga menolak sanksi ekonomi untuk seluruh negeri, yang bisa hanyalah sanksi ekonomi langsung untuk sejumlah orang tertentu,” katanya.
SNC juga sepakat rezim Assad harus mundur dan kaum minoritas mendapatkan perlindungan hukum. Hal itu disampaikan Jens Orback dari Olof Palme International Center, tuan rumah pertemuan di Stockholm itu.
Sampai kini, belum ada negara yang mengakui SNC sebagai perwakilan sah Suriah.