Suriah

Uni Eropa Sambut Kehadiran Dewan Nasional

Kompas.com - 11/10/2011, 02:18 WIB

Luksemburg, Senin - Uni Eropa menyambut baik berdirinya Dewan Nasional Suriah, yang dibentuk kelompok oposisi untuk menghadapi tekanan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Uni Eropa juga mendesak komunitas internasional melakukan hal serupa sambil menyiapkan rencana sanksi baru bagi Suriah.

”Uni Eropa menyambut usaha kelompok oposisi untuk menyatukan pandangan mereka,” demikian pernyataan bersama para menteri luar negeri 27 negara anggota UE yang sedang berkumpul di Luksemburg, Senin (10/10). Mereka menyatakan, pembentukan Dewan Nasional Suriah (SNC) ”adalah langkah positif. Komunitas internasional juga sebaiknya menyambut usaha ini”.

”SNC tidak sama dengan Dewan Transisi Nasional di Libya. Tetapi, kami harus menyambut mereka sebagai perlawanan atas usaha rezim yang berkuasa untuk membentuk kelompok boneka,” ujar seorang diplomat yang tak mau disebut namanya.

Pernyataan dukungan ini keluar hanya sehari setelah Pemerintah Suriah siap membalas dendam jika ada negara yang mengakui keberadaan SNC. Saat Assad mengulang janjinya untuk melakukan reformasi, Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem memperingatkan, Damaskus akan bersikap keras dan membalas setiap negara yang mengakui SNC. Dewan yang menyatukan kelompok-kelompok oposisi di Suriah itu didirikan di Istanbul, Turki, pekan lalu.

Pemantau internasional

Kemarin, SNC bertemu dan menyetujui kerangka demokrasi untuk Suriah di masa depan. Mereka juga menginginkan pemantau internasional diizinkan masuk ke negeri itu.

Ghied Al Hashmy, pakar politik yang mengikuti pertemuan tersebut di Swedia, mengatakan, mereka menyambut kehadiran pemantau internasional yang memiliki kebebasan untuk bepergian di negeri itu dan mengamati situasi yang terjadi.

”Hampir terjadi konsensus bersama bahwa kami menolak intervensi militer, tetapi kami gembira menyambut intervensi politik atau diplomasi. Kami juga menolak sanksi ekonomi untuk seluruh negeri, yang bisa hanyalah sanksi ekonomi langsung untuk sejumlah orang tertentu,” katanya.

SNC juga sepakat rezim Assad harus mundur dan kaum minoritas mendapatkan perlindungan hukum. Hal itu disampaikan Jens Orback dari Olof Palme International Center, tuan rumah pertemuan di Stockholm itu.

Sampai kini, belum ada negara yang mengakui SNC sebagai perwakilan sah Suriah.

(Reuters/AFP/WAS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau