Langsing Tanpa Berdiet, Bisa-bisa Saja!

Kompas.com - 11/10/2011, 13:27 WIB

KOMPAS.com - "Kok nggak mau, sih? Lagi diet, ya?" Pertanyaan yang kerap dilontarkan orang ketika melihat kita menghindari makanan tertentu ini sering membuat kita terbata-bata, takut dibilang banyak aturan, sok sehat, dan lain sebagainya. Padahal, apa salahnya berusaha mengurangi makanan yang memang tidak sehat? Boleh jadi, orang yang mengolok-olok Anda seperti itu sebenarnya sirik karena tidak mampu hidup sehat.

Namun bila Anda memang enggan berdiet, bisa tetap terlibat dalam banyak acara makan-makan tanpa menambah berat badan, sebetulnya bisa saja. Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa perubahan gaya hidup yang kecil pun bisa membantu Anda menurunkan berat badan tanpa ketahuan teman-teman. Tiba-tiba, teman menyadari tubuh Anda sudah langsing. Asyik, kan?

Para ahli meyakini bahwa perubahan perilaku yang tanpa sadar kita lakukan ini lebih efektif daripada menerapkan metode-metode diet yang membutuhkan kemauan kuat untuk mengurangi makanan dan berolahraga.

"Lebih baik membuat perubahan jangka panjang dan bertahap, untuk mengubah bagaimana Anda makan daripada menggunakan kemauan Anda untuk bertahan dari godaan untuk makan," ujar psikolog Roy Baumeister, penulis buku Willpower: Rediscovering the Greatest Human Strength.

Nah, bila Anda ingin tetap langsing tanpa berdiet, cobalah beberapa trik berikut:

1. Pakailah piring kecil
Menurut studi dari Cornell University, New York, ketika kita makan makanan di  piring yang besar, kita merasa bahwa apa yang kita makan belum terlalu banyak, sehingga kita akan menambah lagi. Sedangkan, ketika kita menggunakan piring yang ukurannya lebih kecil, jika kita memang ingin menambah makanan yang ingin kita makan, walaupun akan terlihat banyak namun sebenarnya kita tetap makan lebih sedikit.

2. Gunakan sendok besar
Studi di Italia menemukan adanya hubungan antara ukuran sendok dengan jumlah asupan makanan. Mereka yang lebih gemar makan dengan menggunakan sendok yang kecil akan mengakibatkan dirinya merasa belum kenyang, sehingga ia ingin makan lebih banyak. Sebaliknya mereka yang menggunakan sendok besar akan lebih cepat merasa kenyang, dan segera menyelesaikan acara makannya.

3. Makanlah bersama teman pria
Menurut pakar psikologi, Meredith Young, perempuan cenderung makan lebih sedikit dari biasanya apabila ada pria yang menemaninya makan. Mereka melakukan kebiasaan ini karena mereka merasa pria tidak akan terkesan dengan perempuan yang selalu makan banyak. Demi langsing, bolehlah jaim sedikit.

4. Perhatikan labelnya
Kebiasaan selalu memperhatikan kandungan nutrisi yang tertera pada kemasan makanan ternyata efektif dan ampuh mengurangi 5 persen lemak dibandingkan mereka yang memilih langsung menyantap makanan tanpa memedulikan kandungan nutrisinya.

5. Hindari penerangan pada malam hari
Menonton televisi atau menggunakan komputer, menggunakan lampu yang terang maupun yang redup pada malam hari, ternyata memengaruhi berat badan. Pada uji coba, penggunaan penerangan dari berbagai sumber tersebut bisa menambah berat badan 50 persen lebih banyak daripada yang mematikan penerangan apapun saat di kamar tidur.

6.  Makanlah di tengah orang yang tak dikenal
Anak-anak cenderung makan lebih banyak bila ada teman yang menemani, ketimbang ketika harus makan bersama orang yang tidak dikenal. Menurut studi dari State University of New York di Buffalo, kebiasaan  ini juga berlaku bagi orang dewasa. Tidak adanya rasa sungkan ketika makan dengan teman sendiri menyebabkan kita makan lebih banyak saat bersama teman-teman. Anda juga lebih mudah menyerah ketika mereka mendesak Anda, "Sudahlah, libur dulu dietnya. Mumpung ditraktir, nih!"

7. Hindari makan dengan teman yang selalu langsing
Ada orang-orang yang secara genetik memang selalu bertubuh kurus. Meskipun makan banyak, tubuh mereka cenderung tetap langsing. Meskipun rasanya tidak adil (karena Anda sudah diet mati-matian tapi berat badan tak juga turun), jangan berpikir kita sama dengan mereka sehingga kita pun tetap mengonsumsi banyak makanan.

(Sherly Lunardi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau