MUARA TEWEH, KOMPAS.com — Sedikitnya 60 bangunan di kawasan padat penduduk dan perdagangan di Jalan Sengaji Hilir dan Jalan Panglima Batur Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, habis terbakar.
Kebakaran pada Selasa (11/10/2011) sekitar pukul 02.15 WIB itu menghanguskan puluhan bangunan berupa rumah dan toko yang berkonstruksi kayu di kawasan perdagangan tertua di Muara Teweh. Api diduga berasal dari rumah salah seorang warga di Jalan Sengaji Hilir RT 07.
Meski saat kejadian, hujan turun sangat lebat tidak mampu memadamkan kobaran api yang merembet ke bangunan lainnya di kawasan Jalan Panglima Batur atau bantaran Sungai Barito.
"Meski hujan lebat, namun kobaran api tidak padam, bahkan merembet ke rumah warga lainnya karena disertai angin kencang," kata seorang warga setempat, Adi Syahbana.
Sempat terdengar bunyi ledakan saat kebakaran itu karena di salah satu bangunan terdapat sejumlah tabung gas dan bangunan kayu lainnya merupakan toko bahan bangunan dan rumah makan.
"Kobaran api sangat cepat menjalar bangunan lainnya sehingga saya tidak bisa menyelamatkan harta benda lainnya, barang yang diselamatkan hanya sejumlah layar monitor komputer milik saya," kata Adi, yang juga pemilik warung internet yang menjadi salah satu korban kebakaran.
Upaya pemadaman terus dilakukan masyarakat dan para petugas dengan sejumlah mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Barito Utara.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIB. Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dan besar nilai kerugian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang