BANJARMASIN, KOMPAS.com — Sudah satu minggu terakhir harga minyak tanah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencapai Rp 6.500-Rp 7.000 per liter.
"Minggu pertama bulan September, saya beli minyak tanah eceran yang dijajakan di gerobak dorong dengan harga Rp 7.000," kata Rusminah, warga RT 4 Gang Syukuri, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin, Selasa (11/10/2011).
Rusminah, seorang pedagang lontong, mengaku membeli minyak tanah lima liter untuk keperluan memasak selama 15 hari karena masih menggunakan kompor biasa.
"Kalau untuk memasak lontong, saya gunakan kayu bakar saja karena lebih murah dibanding dengan menggunakan minyak tanah," kata Rusminah menerangkan.
Ia menambahkan, jika dipaksakan memasak lontong memakai minyak tanah, keuntungan jualannya akan menipis, bahkan bisa rugi.
Disinggung penggunaan kompor elpiji, janda dengan tiga anak ini mengatakan masih takut karena kompor gas bisa meledak, sementara rumahnya terbuat dari kayu dan hanya ada satu jendela.
"Nggak, saya belum berani menggunakan kompor elpiji ukuran tiga kilogram karena takut meledak dan terjadi kebakaran," katanya.
Sementara itu, pedagang minyak tanah eceran di Kios Intan di Jalan Brigjen Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara, mengatakan, kenaikan yang terjadi sebesar Rp 500 per liter.
"Di pangkalan, minyak tanah sudah seharga Rp 5.500 per liter, naik dari sebelumnya yang seharga Rp 5.000 per liter, tapi setiap penjaja mitan gerobak dorong harganya tidak sama mungkin dilihat jarak tempuh," ujarnya.
Kenaikan yang terjadi di pangkalan minyak tanah membuat pengecer juga terpaksa menaikkan harga dari semula sebesar Rp 5.500 per liter menjadi Rp 6.500-Rp 7.000 per liter.
Pemilik kios yang biasa dipanggil Mama Intan tersebut mengatakan, kenaikan harga minyak tanah sering terjadi karena tergantung pasokan dari Pertamina yang kadang tidak lancar.
"Kenaikan ini kabarnya akan terus terjadi hingga menjelang Lebaran Idul Adha 1432 H nanti dan akan kembali turun bila lebaran usai," katanya.
Bila informasi itu benar, maka di tingkat pengecer dipastikan harga minyak tanah nantinya akan berkisar Rp 7.500 per liter hingga Rp 8.500 per liter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang