Minyak Tanah Stabil di Harga Rp 7.000 Per Liter

Kompas.com - 11/10/2011, 16:04 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Sudah satu minggu terakhir harga minyak tanah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencapai Rp 6.500-Rp 7.000 per liter.

"Minggu pertama bulan September, saya beli minyak tanah eceran yang dijajakan di gerobak dorong dengan harga Rp 7.000," kata Rusminah, warga RT 4 Gang Syukuri, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin, Selasa (11/10/2011).

Rusminah, seorang pedagang lontong, mengaku membeli minyak tanah lima liter untuk keperluan memasak selama 15 hari karena masih menggunakan kompor biasa.

"Kalau untuk memasak lontong, saya gunakan kayu bakar saja karena lebih murah dibanding dengan menggunakan minyak tanah," kata Rusminah menerangkan.

Ia menambahkan, jika dipaksakan memasak lontong memakai minyak tanah, keuntungan jualannya akan menipis, bahkan bisa rugi.

Disinggung penggunaan kompor elpiji, janda dengan tiga anak ini mengatakan masih takut karena kompor gas bisa meledak, sementara rumahnya terbuat dari kayu dan hanya ada satu jendela.

"Nggak, saya belum berani menggunakan kompor elpiji ukuran tiga kilogram karena takut meledak dan terjadi kebakaran," katanya.

Sementara itu, pedagang minyak tanah eceran di Kios Intan di Jalan Brigjen Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara, mengatakan, kenaikan yang terjadi sebesar Rp 500 per liter.

"Di pangkalan, minyak tanah sudah seharga Rp 5.500 per liter, naik dari sebelumnya yang seharga Rp 5.000 per liter, tapi setiap penjaja mitan gerobak dorong harganya tidak sama mungkin dilihat jarak tempuh," ujarnya.

Kenaikan yang terjadi di pangkalan minyak tanah membuat pengecer juga terpaksa menaikkan harga dari semula sebesar Rp 5.500 per liter menjadi Rp 6.500-Rp 7.000 per liter.

Pemilik kios yang biasa dipanggil Mama Intan tersebut mengatakan, kenaikan harga minyak tanah sering terjadi karena tergantung pasokan dari Pertamina yang kadang tidak lancar.

"Kenaikan ini kabarnya akan terus terjadi hingga menjelang Lebaran Idul Adha 1432 H nanti dan akan kembali turun bila lebaran usai," katanya.

Bila informasi itu benar, maka di tingkat pengecer dipastikan harga minyak tanah nantinya akan berkisar Rp 7.500 per liter hingga Rp 8.500 per liter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau