Kebakaran

260 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kompas.com - 11/10/2011, 18:19 WIB

MUARA TEWEH, KOMPAS.com — Sedikitnya 260 jiwa atau 75 kepala keluarga korban kebakaran di kawasan perdagangan padat penduduk Jalan Sengaji Hilir dan Jalan Panglima Batur Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kehilangan tempat tinggal.

"Pemerintah daerah menyiapkan posko untuk membantu korban kebakaran, di samping membangun tenda di sekitar lokasi kejadian," kata Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkab Barito Utara Elpi Epanop di Muara Teweh, Selasa (11/10/2011).

Menurut Elpi, pihaknya memang telah menyiapkan tenda untuk korban kebakaran. Namun, karena hampir semua warga yang bangunannya habis terbakar itu punya keluarga, mereka ikut mengungsi ke keluarga masing-masing.

"Kami ikut prihatin terhadap musibah ini dan pemerintah siap menggalang bantuan untuk korban kebakaran," katanya.

Dalam peristiwa kebakaran tanpa korban jiwa itu, sumber api diduga berasal dari rumah salah seorang warga di Jalan Sengaji Hilir RT 07.

Meski saat kejadian hujan lebat, tetapi tidak mampu memadamkan kobaran api yang merembes ke bangunan lainnya di kawasan RT 06 Jalan Panglima Batur atau bantaran Sungai Barito.

"Meski hujan lebat, kobaran api tidak padam, bahkan merembet ke rumah warga lainnya karena disertai angin kencang," kata seorang warga setempat, Adi Syahbana.

Sempat terdengar bunyi ledakan saat kebakaran itu karena di salah satu bangunan terdapat sejumlah tabung gas dan bangunan kayu lainnya merupakan toko bahan bangunan dan rumah makan.

Upaya pemadaman terus dilakukan masyarakat dan para petugas dengan sejumlah mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Barito Utara. Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIB.

Hingga saat ini lokasi kejadian telah dipasang tanda larangan polisi, sementara jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir sekitar hampir Rp 1 miliar.

Kapolres Barito Utara Ajun Komisaris Besar Yan Frits Kaiway mengatakan, sumber api diduga berasal dari depan Jalan Sengaji Hilir dekat warnet. Namun, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kebakaran yang melahap puluhan rumah warga tersebut. "Kami belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran. Petugas sedang melakukan penyelidikan di lapangan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau