MUARA TEWEH, KOMPAS.com — Sedikitnya 260 jiwa atau 75 kepala keluarga korban kebakaran di kawasan perdagangan padat penduduk Jalan Sengaji Hilir dan Jalan Panglima Batur Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kehilangan tempat tinggal.
"Pemerintah daerah menyiapkan posko untuk membantu korban kebakaran, di samping membangun tenda di sekitar lokasi kejadian," kata Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkab Barito Utara Elpi Epanop di Muara Teweh, Selasa (11/10/2011).
Menurut Elpi, pihaknya memang telah menyiapkan tenda untuk korban kebakaran. Namun, karena hampir semua warga yang bangunannya habis terbakar itu punya keluarga, mereka ikut mengungsi ke keluarga masing-masing.
"Kami ikut prihatin terhadap musibah ini dan pemerintah siap menggalang bantuan untuk korban kebakaran," katanya.
Dalam peristiwa kebakaran tanpa korban jiwa itu, sumber api diduga berasal dari rumah salah seorang warga di Jalan Sengaji Hilir RT 07.
Meski saat kejadian hujan lebat, tetapi tidak mampu memadamkan kobaran api yang merembes ke bangunan lainnya di kawasan RT 06 Jalan Panglima Batur atau bantaran Sungai Barito.
"Meski hujan lebat, kobaran api tidak padam, bahkan merembet ke rumah warga lainnya karena disertai angin kencang," kata seorang warga setempat, Adi Syahbana.
Sempat terdengar bunyi ledakan saat kebakaran itu karena di salah satu bangunan terdapat sejumlah tabung gas dan bangunan kayu lainnya merupakan toko bahan bangunan dan rumah makan.
Upaya pemadaman terus dilakukan masyarakat dan para petugas dengan sejumlah mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Barito Utara. Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIB.
Hingga saat ini lokasi kejadian telah dipasang tanda larangan polisi, sementara jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir sekitar hampir Rp 1 miliar.
Kapolres Barito Utara Ajun Komisaris Besar Yan Frits Kaiway mengatakan, sumber api diduga berasal dari depan Jalan Sengaji Hilir dekat warnet. Namun, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kebakaran yang melahap puluhan rumah warga tersebut. "Kami belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran. Petugas sedang melakukan penyelidikan di lapangan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang