Keuangan negara

Cadangan Devisa Setara 6,5 Bulan Impor

Kompas.com - 11/10/2011, 22:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Cadangan devisa Indonesia hingga akhir September 2011 sebesar 114,5 miliar dollar Amerika Serikat. Jumlah itu setara dengan nilai 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Jakarta, Selasa (11/10/2011), memaparkan, cadangan devisa ini lebih dari cukup untuk mendukung kestabilan nilai tukar rupiah.

Asumsi cadangan devisa yang aman bagi setiap negara berbeda. Dana Moneter Internasional atau IMF menggunakan patokan cadangan devisa sekitar 3-4 bulan impor. Adapun negara-negara emerging market menggunakan patokan sekitar 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 2,42 persen pada triwulan III-2011 menjadi Rp 8.790 per dollar AS, dengan volatilitas meningkat. Darmin menyebutkan, pelemahan nilai tukar rupiah itu masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar mata uang negara kawasan.

"Tekanan terhadap rupiah antara lain dipengaruhi meningkatnya faktor risiko global akibat kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dunia," ujar Darmin.

Kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan, nilai tukar rupiah Rp 8.940 per dollar AS pada hari Selasa ini. Posisi ini menguat 15 poin dibandingkan dengan hari Senin, yang mencapai Rp 8.955 per dollar AS.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau