JAKARTA, KOMPAS.com — Dramatisasi wacana perombakan kabinet atau reshuffle belakangan ini dapat dilihat sebagai upaya pengalihan sejumlah persoalan bangsa sekaligus upaya represi terhadap pimpinan partai politik anggota koalisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Demikian disampaikan Bambang Soesatyo, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, Rabu (12/10/2011), di Jakarta.
"Dengan wacana reshuffle, dibangun citra seolah-olah sejumlah kegagalan hari ini bukan karena ketidakmampuan Presiden, melainkan lebih karena ketidakbecusan menteri," kata Bambang.
Padahal, tutur Bambang, para menteri dipilih dan bertugas membantu Presiden. Tanggung jawab terakhir ada di tangan Presiden. Supaya energi bangsa dapat segera kembali difokuskan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan, Presiden Yudhoyono sebaiknya segera menuntaskan masalah reshuffle ini.
"Partai Golkar, seperti berkali-kali disampaikan, juga sudah menyerahkan masalah reshuffle ini kepada Presiden," tutur Bambang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang