Hatta: Ada Keinginan DPR Turunkan Lagi Subsidi BBM

Kompas.com - 12/10/2011, 15:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinasi Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, berdasarkan nota keuangan RAPBN 2012, ada subsidi bahan bakar minyak sebanyak 40 juta kiloliter, dengan total subsidi Rp 123 triliun.

Jumlah sebanyak itu sudah didasarkan adanya berbagai upaya keras pemerintah dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi. Namun, ada upaya dari DPR RI untuk menurunkan lagi dari 40 juta kiloliter lagi.

"Artinya, penentuan jumlah tersebut sudah didasarkan usaha dibandingkan tahun APBN-P tahun 2011 lebih dari 40 juta kiloliter. Dengan tren pertumbuhan, sebetulnya dibutuhkan subsidi sebanyak 44 juta kiloliter," kata Hatta di sela-sela penyerahan Investment Award 2011 di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal di Jakarta, Rabu (12/10/2011).

Hatta menjelaskan, tahun 2012 pemerintah sudah menetapkan angka subsidi untuk 40 juta kiloliter. Namun, ada upaya pemerintah untuk melakukan semacam pengaturan dan pembatasan. Sekarang sedang dibahas lagi bersama DPR RI, khususnya komisi VII dan Badan Anggaran.

"Namun, ada keinginan lagi dari dewan untuk menurunkan lagi jumlah subsidi BBM yang sudah ditetapkan 40 juta kiloliter. Artinya, kita harus memiliki ekstra usaha lebih keras lagi," tegas Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau