Eceng Gondok Tutupi Sungai Citarum

Kompas.com - 12/10/2011, 15:35 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Eceng gondok (Eichornia crassipes) tumbuh liar dan menutup perairan Sungai Citarum di sekitar Bendung Curug dan Bendung Walahar di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Keberadaannya menghambat aliran dan dinilai mempercepat laju pendangkalan.

Pada Rabu (12/10/2011), eceng gondok tumbuh dan menutup seluruh lebar sungai dan menumpuk lebih dari 10 meter menjelang bendung. Selain eceng gondok, perairan juga ditumbuhi ganggang air (Hydrilla verticilata) dan apung-apung (Salvinia molesta).

Tiga jenis tumbuhan itu selama ini juga dikeluhkan petani dan petugas pengairan. Selain cepat tumbuh, menutup permukaan, dan menghambat aliran, keberadaannya juga mempercepat pendangkalan, baik di saluran primer, sekunder, maupu tersier atau di tingkat usaha tani.

Area perairan yang disiapkan untuk menggelar cabang olahraga dayung di Situ Cipule di Ciampel, Kabupaten Karawang, tak luput dari "serangan" eceng gondok. Situ yang bersebelahan dengan Sungai Citarum itu juga ditumbuhi apung-apung dan ganggang air.

Seusai meninjau arena dayung, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tak lupa berpesan kepada pekerja dan penanggung jawab venue untuk juga membersihkan eceng gondok. "Sebelum tim-tim dayung datang untuk uji coba, perairan sudah harus bersih," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau