Penyelundupan sabu

Penyelundup Sabu adalah Pelaut Internasional

Kompas.com - 12/10/2011, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka penyelundup sabu bernama Rochet Muiler Roche (41) alias Benjamin Rochet adalah pelaut berkewarganegaraan India. Rochet berkali-kali melanglang buana karena pekerjaannya.

Namun, pria berumur 41 tahun itu tertangkap setelah tiba di Indonesia memakai pesawat terbang melalui pintu Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Rochet tersangka memiliki dan mengedarkan sabu sebanyak 500 gram kualitas terbaik dengan nilai Rp 1,5 miliar. Berdasarkan bukti awal, dia menyembunyikan sabu itu di seperangkat alat komputer jinjing.

"Dia datang ke sini dengan menggunakan visa wisata. Kunjungan kali ini merupakan yang kedua kalinya setelah satu bulan sebelumnya," tutur Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar Hermawan, Rabu (12/10/2011), di Jakarta.

Sesuai dengan dokumen paspor, beberapa negara yang pernah ia singgahi di antaranya India, Singapura, Malaysia, China, Sri Lanka, Spanyol, dan Thailand. "Kami menduga kedatangannya ke sini (Indonesia) untuk mencari pasar," katanya.

Penangkapan Rochet berkat informasi yang disampaikan sopir mobil sewaannya, Suwiryo. Saat itu, Suwiryo curiga ketika menerima titipan barang Rochet pada 21 September 2011. Setelah dibuka, barang titipan tersebut ternyata berisi sabu.

Polisi kemudian menunggu kedatangan Rochet ke Indonesia, sebelum menangkapnya di Perumahan Bandara Mas RT 08/RW 01 Kelurahan Sela Panjang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Senin (10/10/2011) pukul 16.30.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau