Ical Tak Permasalahkan Kursi Golkar Dikurangi

Kompas.com - 12/10/2011, 17:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memprioritaskan pengganti menteri berasal dari kalangan profesional. Harapan itu disampaikan Ical dalam komunikasi dengan Presiden.

"Jadi asal partainya nomor dua. Yang pertama adalah apakah yang bersangkutan mampu menjalankan tugas sampai tiga tahun mendatang," kata Ical seusai memberikan pengarahan kepada anggota Fraksi PG di Kompleks DPR, Rabu (12/10/2011).

Ical mengatakan, PG siap jika jumlah menteri dari partainya dikurangi demi mengisi kalangan profesional. "Tidak jadi masalah. Rakyat menghendaki pembangunan ini jalan. Pembangunan jalan maka rakyat makin sejahtera. Kalau menteri-menteri dari profesional yang tidak berpartai lebih baik why not untuk kepentingan bangsa dan negara ini," kata Ical.

Saat ini, ada tiga kader PG mengisi Kabinet Indonesia Bersatu II, mereka yakni MS Hidayat (Menteri Perindustrian), Fadel Muhammad (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan Agung Laksono (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat).

Ical mengaku bahwa PG telah menyiapkan banyak nama untuk menggantikan menteri dari PG jika diminta Presiden. Salah satu nama calon itu, kata Ical, yakni Wakil Ketua Umum PG, Syarif Cicip Sutardjo.

Meski demikian, Ical mengaku belum mendapat kepastian dari Presiden apakah ada menteri dari PG yang akan diganti. "Saya enggak tau apakah ada menteri-menteri Golkar yang masuk dalam kategori merah. Tapi, dalam Golkar itu banyak sekali profesional. Bekas Ketua Umum Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) aja ada sembilan di dalam Golkar," kata dia.

"Kalau Presiden menghendaki maka kita siap menyediakan profesional bila ada anggota Partai Golkar yang duduk dalam kabinet yang akan diganti," pungkas Ical.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau