Polri: Kondisi Timika Sudah Kondusif

Kompas.com - 12/10/2011, 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna mengatakan, situasi di Kota Timika, Papua, pasca-insiden bentrokan antara polisi dan pekerja PT Freeport Indonesia, pada Senin (10/10/2011) sudah kondusif. Hal tersebut diungkapkan Nanan berdasarkan laporan dari Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo.

"Situasi sudah kondusif, insya Allah. Kapolri (Timur Pradopo) mengatakan semua kondusif dan tidak ada masalah. Sekali lagi kita harapkan semua bisa mendukung," ujar Nanan di Jakarta, Rabu (12/10/2011).

Unjuk rasa sekitar 2.000 warga dari tujuh suku dan pekerja PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, Senin kemarin, berakhir rusuh. Dua warga dilaporkan tertembak, tujuh polisi terluka terkena lemparan batu, dan tiga kendaraan operasional PT Freeport hangus dibakar massa.

Dikatakan Nanan, kepolisian akan terus mengamankan Kota Timika, Papua, pasca-insiden bentrokan tersebut. Menurut Nanan, pengamanan tersebut dilakukan kepolisian agar masyarakat Timika tetap merasa aman di daerahnya.

"Tapi memang butuh kesadaran pribadi untuk menghilangkan kepentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum, masyarakat yang lebih penting," kata Nanan.

Ditambahkan Nanan, kepolisian telah menurunkan beberapa tim untuk mengamankan dan mengusut persoalan insiden di daerah tersebut. Menurutnya, jika memang ada oknum-oknum yang bersalah, baik dari sipil maupun anggota kepolisian, pihaknya akan menindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Jadi, kalau ada oknum yang salah ditindak, kalau benar kita bela. Kalau ada anggota salah, ya ditindak. Ya kita lihat saja nanti," tegas Nanan.

Bentrokan berdarah tersebut menewaskan Petrus Ayamseba (36), karyawan PT Freeport Indonesia. Sementara empat karyawan lainnya luka setelah diberondong tembakan aparat keamanan. Penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIT di Terminal Freeport Gorong-gorong, Timika, Papua. Mereka ditembaki ketika hendak naik ke areal tambang di Tembagapura.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau