Kelangkaan bbm di palangkaraya

BBM Nonsubsidi Tak Efektif

Kompas.com - 12/10/2011, 20:47 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com -  Wakil Wali Kota Palangkaraya, Maryono, menilai pemisahan tempat penjualan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi tidak akan efektif untuk menyelesaikan persoalan panjangnya antrean pembeli premium dan solar.

Maryono di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (12/10/2011), mengatakan, sekitar empat bulan lalu, stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjual BBM nonsubsidi. Namun, BBM tersebut tidak diminati.

"Tidak mungkin. Tak ada pembeli yang mau membeli BBM nonsubdisi. Di Jalan Imam Bonjol, Palangkaraya, juga dijual solar nonsubsidi. Kenyataannya, pompa dengan solar yang dijual sejak Juli 2011 itu sangat jarang disinggahi konsumen," ujarnya.

Krisis BBM sudah berkali-kali terjadi di Palangkaraya. Aktivitas masyarakat pun terganggu, karena harus antre membeli BBM selama berjam-jam.

"Tempat menjual BBM nonsubsidi sepi. Saya anggap penjualan BBM nonsubsidi tak akan efektif. Saya lebih setuju jika subsidi BBM dihapuskan saja," kata Maryono.

Sebaiknya, subsidi dicabut dan dialihkan dalam bentuk lain untuk menyejahterakan rakyat. Masyarakat yang kurang mampu didata, lalu diberi bantuan.

"Subsidi jangan disalurkan untuk BBM, tetapi disalurkan kepada masyarakat yang layak menerima agar lebih sejahtera," tutur Maryono.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau