Suap wisma atlet

Nazaruddin Kembali Sebut Nama Anas dan Angelina

Kompas.com - 13/10/2011, 01:56 WIB

Jakarta, Kompas - Muhammad Nazaruddin kembali menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan anggota Komisi X DPR, Angelina Sondakh, menerima uang terkait proyek wisma atlet SEA Games di Palembang. Hal itu dikatakan Nazaruddin sebelum menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (12/10).

”Anas, yang lain juga, seperti Angie (Angelina). Saya akan ngomong apa adanya,” kata Nazaruddin saat ditanya tentang dugaan soal aliran uang.

Namun, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu tidak mau menjawab saat ditanya berapa jumlah yang diduga mengalir ke Anas. Ia justru menyebut Angelina mengetahui soal itu. ”Itu Angie kok yang cerita,” ujarnya.

Nazaruddin juga menyatakan tidak akan bungkam di hadapan penyidik karena tidak mau menjadi korban dalam kasus ini. ”Saya akan jelasin semua tentang siapa yang menerima uang,” katanya.

Nazaruddin telah berulang kali menuding Anas dan sejumlah anggota DPR menerima uang terkait proyek wisma atlet. Selain Angelina, anggota DPR yang ditudingnya adalah Mirwan Amir dan I Wayan Koster.

Sementara itu, Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Rizal Abdullah mengaku pernah diperintah oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam untuk membantu PT Duta Graha Indah (DGI) memenangi lelang pembangunan proyek senilai Rp 191 miliar. Rizal mengungkapkan hal itu saat bersaksi untuk terdakwa Wafid dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kemarin. ”Saya diminta membantu PT DGI tetapi sesuai aturan, itu kata Pak Wafid,” kata Rizal di depan majelis hakim.

Menurut Rizal, permintaan itu disampaikan sebelum PT DGI diputuskan sebagai pemenang tender pembangunan proyek wisma atlet.

Kesaksian Rizal dibantah Wafid. Ia mengatakan tidak pernah memerintahkan Rizal agar membantu memenangkan PT DGI. ”Saya hanya menyampaikan ada yang mau ikut,” kata Wafid.

Kasus suap wisma atlet terbongkar setelah KPK menangkap Wafid bersama Manajer Pemasaran PT DGI Mohammad El Idris dan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang. (RAY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau