JAKARTA, KOMPAS.com - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia belum mempengaruhi suku bunga kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Direktur Utama BPR Tapeunadana Sawaluddin beralasan BPR masih jarang menempatkan dananya di Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Selain itu, Sawaluddin berdalih penurunan BI rat sebesar 0,25 basis poin tidak terlau banyak mempengaruhi pasar. Dia juga mengklaim suku bunga kredit BPR yang saat ini berkisar 1,25 persen hingga 1,5 persen per bulan sudah rendah.
Menurutnya, suku bunga kredit BPR bisa mengecil jika bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan ikut turun. Dia berharap bunga LPS bisa menjadi sekitar 10 persen.
Asal tahu saja, secara tak terduga, BI telah memangkas BI rate dari 6,75 persen menjadi 6,5 persen. Penurunan suku bunga acuan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (Monika Novena/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang