SBY Ingin KIB II Jadi Kabinet Kerja

Kompas.com - 13/10/2011, 17:53 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa dirinya ingin Kabinet Indonesia Bersatu II pasca-reshuffle menjadi kabinet kerja. Para menteri, baik dari kalangan profesional maupun partai politik, diharapkan benar-benar bertanggung jawab, lebih fokus pada pekerjaan, serta bersedia bekerja keras.

"Ada kata-kata, jangan sampai menjadi beban pemerintah, jangan menjadi beban kerja Presiden," kata Presiden pada jumpa pers seusai bertemu dengan pemimpin partai politik anggota koalisi pendukung pemerintah di kediamannya, di Puri Cikeas Indah, Bogor, Kamis (13/10/2011).

Turut hadir pada pertemuan tersebut Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthie Hasan Ishaaq, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Alie.

Presiden juga berharap hubungan antarmenteri solid dan baik. Tidak ada pernyataan antara anggota kabinet menteri yang saling bertentangan satu dengan yang lainnya. Presiden juga meminta agar tak ada anggota menteri yang bertengkar di ruang publik.

Kepala Negara juga mengatakan bahwa dirinya tak menginginkan adanya reshuffle dalam sisa waktu pemerintahannya selama tiga tahun mendatang. Dikatakan, tak baik jika Presiden harus melakukan bongkar-pasang susunan kabinet menteri karena hal tersebut dapat mengganggu stabilitas.

Tak hanya itu, Presiden juga berharap hubungan antara pemerintah dan DPR di masa depan menjadi semakin sehat dan konstruktif. Hubungan yang tak sehat dan tak konstruktif menciptakan banyak hambatan yang tak perlu sehingga negara dapat berpotensi kehilangan kesempatan dan momentum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau