Kependudukan

Warga dari Luar DKI Terjaring OYK

Kompas.com - 14/10/2011, 02:51 WIB

Jakarta, Kompas - Warga Jawa Barat dan Banten merupakan pendatang yang paling banyak terjaring operasi yustisi kependudukan di Jakarta Barat, yaitu 32 persen. Kebanyakan mereka bekerja di sektor industri rumah tangga, buruh pabrik, dan hiburan.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Barat Tabrani, Kamis (13/10), mengatakan, dalam operasi yustisi kependudukan (OYK) di Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, terjaring 234 orang. ”Rata-rata mereka pekerja di industri rumah tangga, seperti konfeksi, atau buruh pabrik,” katanya.

OYK bulan lalu yang digelar di Kelurahan Kalideres menjaring 164 orang, sebagian besar juga warga Jabar dan Banten. Kedekatan dua provinsi itu dengan Jakarta membuat penduduknya banyak datang ke Jakarta untuk mencari penghidupan. Selain Jabar dan Banten, warga Jawa Tengah juga banyak menjadi pendatang di Jakarta Barat.

Di Jakarta Timur, OYK menjaring 125 orang di Kelurahan Cipinang. Mereka umumnya penghuni indekos atau rumah kontrakan.

Sumyati (25), misalnya, harus membayar denda sekitar Rp 21.000 dalam sidang OYK yang digelar kemarin. ”Saya punya KTP daerah. Saya hanya bekerja di sini, baru satu tahun di Jakarta,” kata Sumyati seusai sidang.

Total 762 orang terjaring dalam OYK dari lima wilayah kota DKI Jakarta. Di Jakarta Pusat terjaring 105 orang, Jakarta Selatan 125 orang, dan Jakarta Utara 173 orang.

Orang yang terjaring OYK disidang di tempat dan dikenai denda Rp 20.000-Rp 25.000. Mereka diwajibkan membuat kartu identitas pendatang yang berlaku selama satu tahun dengan biaya Rp 5.000. (FRO/COK/ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau