SINGAPURA, KOMPAS.com- Pasar saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Jumat (14/10/2011) pagi ini, setelah S&P menurunkan peringkat utang jangka panjang Spanyol. Penurunan ini kembali membuat investor mengkhawatirkan soal penanganan krisis utang di zona euro, walaupun Slowakia akhirnya menyetujui perluasan wewenang Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa.
Sementara itu, bank sentral Singapura melonggarkan kebijakan moneternya untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir. Bank sentral Indonesia mengejutkan dengan memangkas tingkat suku bunga pekan ini.
"Dengan permintaan dari negara maju yang semakin menipis, pertumbuhan di Asia akan melambat, hanya mengandalkan permintaan domestik saja," demikian pernyataan Otoritas Moneter Singapura.
Indeks Nikkei Jepang turun 0,7 persen, S&P Australia turun 1 persen, Kospi Korea melemah 0,6 persen dan Selandia Baru turun 0,2 persen. Pasar di Asia melemah setelah S&P menurunkan peringkat utang Spanyol dari AA menjadi AA-.
"Mengingat besaran ekonomi Spanyol dan jumlah utangnya, penurunan peringkat tersebut akan tetap membuat risiko penyebaran semakin besar," ujar Andy Ji strategis valas pada Commonwealth Bank of Australia.
Fokus para investor juga tertuju pada data inflasi China untuk bulan September. Data ini akan menjadi pertanda pendekatan kebijakan moneter macam apa yang akan diambil Beijing dalam jangka pendek.
Diperkirakan, China akan melakukan pelonggaran moneter pada waktu dekat ini. "Masih banyak hambatan di depan mata," demikian catatan Credit Agricole kepada para nasabahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang