Suap wisma atlet

Berkas Perkara Nazaruddin Lengkap

Kompas.com - 14/10/2011, 11:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Berkas penyidikan perkara dugaan suap wisma atlet dengan tersangka Muhammad Nazaruddin dinyatakan lengkap dan akan segera dilimpahkan ke proses penuntutan.

"(Berkas Nazaruddin) sudah lengkap," kata Wakil Ketua KPK M Jasin melalui pesan singkat, Jumat (14/10/2011).

Namun, Jasin tidak merinci kapan tepatnya berkas itu dilimpahkan. Dua hari yang lalu, Rabu, KPK baru saja memeriksa Nazaruddin sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga memeriksa anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, dan menjadwalkan pemeriksaan terhadap adik Nazaruddin yang bernama Muhajidin Nur Hasim. Akan tetapi, Hasim mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka pada 30 Juni 2011. Dia sempat buron selama hampir tiga bulan dan ditahan pada 13 Agustus. Selama dua bulan dalam tahanan, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu empat kali menjalani pemeriksaan KPK. Namun, hanya pada pemeriksaan ketiga dan keempat, mantan anggota DPR itu buka suara.

Dalam kasus wisma atlet, Nazaruddin selaku anggota DPR diduga menerima cek senilai Rp 4,3 miliar dari Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (PT DGI) Mohamad El Idris. Penerimaan uang itu diduga untuk memenangkan PT DGI sebagai pelaksana proyek wisma atlet. Rosa dan Idris divonis masing-masing 2,5 tahun dan 2 tahun penjara dalam kasus ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau