PKS: Peluang "Reshuffle" Masih 50:50

Kompas.com - 14/10/2011, 17:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq tidak ingin berandai-andai terkait ada atau tidaknya kader PKS dalam Kabinet Indonesia Bersatu II yang akan di-reshuffle oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Luthfi, peluang tersebut masih seimbang, karena belum ada pembicaraan resmi dengan Presiden.

"Saya rasa peluang itu fity-fifty, mungkin ada, mungkin tidak. Baik ada maupun tidak, kami pimpinan PKS sosialisasikan kepada kader agar mereka punya persepsi yang sama dan memiliki informasi dari tangan pertama," ujar Lutfhi di sela-sela acara Rapimnas PKS, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Ditambahkan Luthfi, sejauh ini PKS menilai kader-kadernya di kementerian tidak memiliki masalah. Menurut Luthfi, beberapa kadernya di kementerian telah memenuhi empat kriteria utama, yakni kinerja, integritas pribadi, track record di kementerian, dan solidaritas dalam kabinet.

"Sejauh ini menteri-menteri kita memenuhi empat kriteria itu, tidak ada masalah," kata Luthfi.

Lebih lanjut, Luthfi menuturkan, Presiden hingga saat ini belum menyebutkan nama menteri atau partai yang akan terkena reshuffle. Oleh karena itu, PKS saat ini akan mendengar pendapat dan masukan terlebih dahulu dari beberapa pihak, termasuk gagasan yang menghendaki agar PKS keluar dari koalisi.

"Itu semua kami pelajari, dan kaji sejauh mana impact dan kepentingan bangsa. Kita akan mendengarkan gagasan dari kawan-kawan," tegas Luthfi.

Seperti diberitakan, Partai Keadilan Sejahtera hari ini melakukan rapat pimpinan nasional. Luthfi mengatakan, salah satu agenda rapat yang akan digelar selama dua hari itu yakni membahas masalah reshuffle yang tengah digodok Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau sekarang konsolidasi saja, untuk berikan informasi dari tangan pertama tentang apapun yang mungkin terjadi di koalisi, supaya antara pimpinan daerah tidak bias terima informasi. Kurang lebih seperti itu," kata Luthfi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau