Kejuaraan dunia karate yunior

Semua Wakil Indonesia Kalah

Kompas.com - 14/10/2011, 19:37 WIB

MELAKA, KOMPAS.com - Kontingen dari Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Karate Yunior dan Kadet ke-7 di Melaka, Malaysia, menelan pil pahit pada hari kedua kompetisi, Jumat (14/10/2011). Enam karateka yang bertanding kalah, sehingga tak ada satu pun yang lolos ke babak final.

Penampilan Indonesia hari ini diakhiri dengan kekalahan karateka asal DKI Jakarta, Muhammad Zaki Firdaus, dengan nilai telak 0-6, dari lawannya, Jus Markac, dari Slovenia, untuk kelas kumite 76 kilogram putra. Zaki adalah karateka terakhir yang tampil hari Jumat ini,

Pada hari Sabtu (15/10/2011) besok, masih ada karateka dari Indonesia yang tampil. Total wakil Indonesia di kejuaraan itu 14 orang.

Dari enam karateka asal Indonesia, karateka untuk nomor kata perseorangan putra, Andi Dasril Dharmawan, mengawali kekalahan dari karateka asal Iran, Abolfazl Shahrjerdi. Pada nomor kata perseorangan putri Eva Fitria tumbang di tangan Shaimaa Solyman dari Mesir. Secara berturut-turut diikuti kekalahan Adi Nulfahmi, Garuda Mahameru, dan Maya Sheva dari lawan-lawannya.

Manajer Tim Indonesia, Jack Napitupulu, mengatakan bahwa bukan medali emas yang mereka incar dengan berpartisipasi ke kompetisi tertinggi ini. "Para karateka ini masih harus menambah wawasan dan jam terbang mereka," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau