Dishub: Sekolah Diliburkan Saat SEA Games

Kompas.com - 14/10/2011, 20:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menyiasati kemacetan saat SEA Games XXVI 2011 pada November, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyarankan agar libur sekolah digeser saat pelaksanaan SEA Games di Jakarta. Hal ini lantaran pembatasan kendaraan dengan metode nomor polisi ganjil genap atau perbedaan warna tidak jadi dilaksanakan.

"Liburnya digeser. Jadi di saat libur semester nanti, siswa tetap masuk karena liburnya sudah digeser saat SEA Games ini," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono di Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Usul ini muncul mengingat saat libur sekolah, volume kendaraan lebih sedikit. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta terkait dengan usulan ini.

"Kalau bisa dari SD hingga SMA, kami usulkan bahkan hingga perguruan tinggi juga. Mudah-mudahan usulan ini disetujui," ujarnya.

Untuk SEA Games ini, sebanyak 567 personel ditempatkan di persimpangan-persimpangan sekitar hotel dan venue untuk mengatur arus lalu lintas. Di setiap persimpangan sekitar empat petugas disiagakan. Selain itu, petugas juga berada di titik-titik rawan kemacetan ketika rombongan akan berangkat dari hotel menuju venue atau sebaliknya.

"Kami sangat memperhatikan perjalanan kontingen, karena titik kemacetan banyak dan jaraknya cukup jauh," jelas Pristono.

Kendati demikian, pembatasan kendaraan tetap akan dilakukan pada kawasan Gelora Bung Karno dan Taman Impian Jaya Ancol. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi ini menggunakan sistem stiker, penyediaan kantong-kantong parkir, penentuan titik akses untuk keluar dan masuk kawasan untuk kendaraan umum, serta penyediaan fasilitas shuttle bus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau