Izin operasi mikrolet m28 akan dicabut

Pelajaran Berharga bagi Pemilik Angkutan Umum

Kompas.com - 15/10/2011, 06:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski razia besar-besaran telah dilakukan terhadap angkutan umum yang menggunakan kaca film, aksi kejahatan yang terjadi dalam alat transportasi publik tersebut masih saja terjadi.

Terkait dengan kasus terakhir, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas dengan mencabut izin operasi angkutan Mikrolet M28 trayek Kampung Melayu-Pondok Gede, angkutan yang digunakan pelaku.

"Jika memang benar terbukti, maka langsung kami cabut izin operasinya," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, ketika dihubungi pada Jumat (14/10/2011). Ia mengungkapkan bahwa perlu ada tindakan tegas untuk memberi efek jera kepada pemilik angkutan umum agar lebih ketat melakukan pengawasan. Selain itu, langkah ini juga memberi pelajaran agar tidak ada lagi sopir tembak.

"Pemilik kan seharusnya mengawasi dengan benar. Jangan sampai ada sopir tembak semacam ini," ungkapnya.

Kendati demikian, pencabutan izin operasi hanya diberlakukan pada angkutan umum yang digunakan sebagai aksi tindak kejahatan. Jika si pemilik mempunyai lebih dari satu angkutan umum, maka yang lain tetap boleh beroperasi asalkan diawasi dengan baik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (8/10/2011), seorang perempuan berinisial Hal (38) yang bekerja sebagai pengasuh bayi mengalami tindak perkosaan dan perampokan dengan pelaku sopir tembak Mikrolet M28 berinisial ES (25). Selain dinodai, cincin emas, ponsel, dan uang senilai Rp 50.000 milik perempuan yang baru datang dari Karawang itu pun amblas diambil ES.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau