Pemilik iPhone 4 Kecewa dengan iPhone 4S

Kompas.com - 15/10/2011, 14:42 WIB

KOMPAS.com - iPhone 4S yang diluncurkan 4 Oktober 2011 lalu, sudah mulai dijual secara resmi. Antrean memanjang di tujuh negara, meliputi Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jepang, Jerman, Perancis, dan Australia pun terjadi.

Ada beberapa alasan konsumen membeli iPhone 4S. Dari laporan Foxbusiness dan Bloomberg, banyak yang ingin membeli iPhone 4S hanya karena ingin mengenang sosok Steve Jobs, inovator Apple yang meninggal dunia sehari setelah peluncuran iPhone 4S.

Tampaknya ini memang bukan hal yang mengherankan. Pasalnya, banyak pihak, termasuk para analis, sebenarnya kecewa dengan produk iPhone 4S. Kekecewaan ini terbukti dari hasil survei Retrevo. Dari sejumlah 1300 pemilik iPhone 4 yang ada di Amerika Serikat, 47% kecewa dengan iPhone 4S. Sebanyak 12% mengharapkan layar yang lebih besar, 21% mengharapkan desain lebih baik, dan 29% mengharapkan adanya fasilitas 4G.

Kekecewaan ini masuk akal. Orang sudah berharap banyak. Ditambah, sempat ada rumor bahwa iPhone 5 juga akan diluncurkan 4 Oktober lalu. Ketika yang datang iPhone 4S, banyak pihak pun kecewa. Tapi secara umum, masih banyak pihak yang menantikan iPhone 4S. Mayoritas pengguna smartphone, 71%, tidak kecewa dengan iPhone 4S. Hanya 29% yang kecewa. Ada 7% yang kecewa karena display kurang besar, 11% kecewa karena ingin desain lebih bagus, dan 17% ingin kemampuan support 4G.

Di luar rasa puas atau kecewa yang menghinggapi banyak pihak, Apple sudah menunjukkan bahwa produknya sangat laris, belum ada merek lain yang bisa menandinginya. Preorder iPhone 4S mencetak rekor, hingga satu juta unit dalam 24 jam. Sementara, Bloomberg memperkirakan penjualan iPhone 4S bisa mencapai 4 juta dalam sepekan.

Hari ini, para fanboy Apple di tujuh negara sudah mendapatkan iPhone 4S. Seri iPhone terbaru ini  akan dipasarkan di Singapura akhir Oktober. Kapan sampai di Indonesia? Belum ada informasi untuk ini. Apakah Anda akan membelinya ketika sudah ada di Indonesia? Atau akan memburunya ke Singapura, negara terdekat kita?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau