Banjir thailand

Korban Tewas Jadi 297 Orang

Kompas.com - 15/10/2011, 17:28 WIB

KOMPAS.com — Data termutakhir hingga Sabtu (15/10/2011) menunjukkan jumlah korban tewas banjir Thailand menjadi 297 orang. Lalu, 2 orang masih hilang.

Banjir, menurut informasi Departemen Mitigasi dan Pencegahan Bencana Thailand, makin menggenangi wilayah di negeri itu sejak hujan deras tiga bulan silam. Selain itu, tanah longsor pun kerap terjadi.  

Kemarin, menurut warta Xinhua, data tambahan menunjukkan ada delapan orang meninggal dunia di Kamphaeng Phet, Nakhon Pathom, dan Ubon Ratchathani. Provinsi di kawasan utara Thailand, Phichit, masih mencatat jumlah korban tewas terbanyak, 45 orang.

Selanjutnya, posisi kedua untuk jumlah korban meninggal dunia terbanyak ada di Provinsi Nakhon Sawan. Di situ, 30 orang tewas.

Dari 77 provinsi di Thailand, ada 66 provinsi yang masih terlanda air bah. Banjir bandang itu juga membuat 2,5 juta keluarga dan 8,6 juta rakyat menanggung dampaknya.

Banjir juga menggenangi dan merusak 50 jalan utama di Thailand. Air yang merendam rel kereta api, khususnya di kawasan utara, membuat banyak perjalanan kereta api pun dibatalkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau