MELAKA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Kejuaraan Dunia Karate Yunior dan Kadet ke-7 di Melaka, Malaysia, bisa membosankan bagi peserta.
Beberapa kontingen mengisi waktu agar tidak bosan, tetap terjaga kebugarannya, serta kekompakan antarpeserta. Salah satunya dilakukan kontingen dari Kanada dengan bermain bola tangan pada Minggu (16/10/2011) pagi.
Mereka memanfaatkan bagian barat Melaka International Trade Centre sebagai tempat bermain, karena tidak dipergunakan sebagai tempat latihan dan kantor penyelenggaraan acara.
Menggunakan bola dari rotan, mereka berdiri melingkar dan saling menepis bola secara bergantian. Bila ada yang menepis terlalu keras, hukumannya adalah berdiri di luar barisan.
Di sebelahnya, kontingen dari Kuwait memilih sepak bola, sebagai sarana menghabiskan waktu. Mereka bermain dengan riang bermain bola di atas lantai keramik gedung penyelenggaraan acara.
Kontingen lainnya di antaranya mengisi waktu dengan berjalan-jalan. Meskipum di luar gedung terbilang sepi, masih ada toko yang menjual makanan atau oleh-oleh di bagian utara gedung. Bagi karateka, ada lorong tersendiri yang menjual keperluan karate.
Tentu saja, bagi kontingen yang masih akan bertanding, berlatih berulang-ulang di atas matras latihan jadi pilihan. Misalnya nomor kata beregu yang dilatih terus-menerus, agar gerakannya sinkron dan bertenaga. Mereka tidak risau meski tim dari negara lain berlatih berdampingan.
Menurut jadwal, hari terakhir kejuaraan dunia ini akan mempertandingkan nomor kata beregu putra dan putri, kelas 63 kilogram, di bawah 70 kg dan di atas 70 kg. Acara akan resmi ditutup pada pukul 17.00.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang